Gejolak di Timur Tengah, Sektor Pertambangan Terancam Kena Shock Therapy

Ulfa Arieza, Jurnalis · Rabu 07 Juni 2017 06:16 WIB
https: img.okezone.com content 2017 06 06 278 1709378 gejolak-di-timur-tengah-sektor-pertambangan-terancam-kena-shock-therapy-9OKOdj9KOG.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

JAKARTA - Keputusan Arab Saudi untuk menghentikan hubungan diplomatik dan ekonomi dengan Qatar, menimbulkan gejolak di Kawasan Timur Tengah. Dalam putusan yang dikeluarkan pada Senin 5 Juni 2017, Arab Saudi tidak sendiri. Ada tiga negara Arab lainnya, yaitu Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Yaman ikut serta dalam putusan tersebut.

Pemutusan hubungan tersebut, menyebabkan ancaman bagi harga minyak dunia. Pasalnya, keempat negara tersebut bahkan menutup jaringan transportasi gas alam cair (LNG) dengan Qatar. Padahal, negara calon tuan rumah Piala Dunia 2022 itu dikenal sebagai salah satu penghasil gas alam cair.

Analis MNC Sekuritas Heldy Arifien mengatakan bahwa sentimen global ini tidak akan berpengaruh pada pasar modal Indonesia. Akan tetapi ada ekspektasi gangguan dari sektor pertambangan, yang diprediksi mengalami shock therapy.

"Akan ada shock therapy di mining sector and related, yang notabene menjadi primadona para pelaku pasar di sejak awal tahun ini," ujarnya saat dihubungi Okezone.

Sektor mining related yang dimaksudkan Heldy dalam hal ini adalah sektor tambang batu bara. Kondisi shock therapy pada sektor batu bara diperkirakan akan berlangsung dalam jangka pendek.

"Mestinya hanya bersifat short term saja," terang dia.

Sementara itu, keretakan hubungan antarnegara tersebut langsung direspons oleh pasar global. Imbasnya tentu kepada harga minyak dunia. Harga emas hitam bergerak bak roller coaster, sempat naik 1,6% namun berakhir turun hampir 1%. Hal ini disebabkan kekhawatiran bahwa masalah politik ini bisa berpengaruh kepada kesepakatan OPEC untuk mengurangi produksi minyak.

Sekadar informasi, pemutusan hubungan diplomatik dan ekonomi oleh Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Yaman dengan Qatar sebagai hukuman terhadap Qatar yang dituding mendukung Ikhwanul Muslimin dan kelompok militan yang disokong Iran.

(wdi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini