Berpotensi Ganggu Impor, Mendag Pantau Hubungan Arab Saudi Cs dan Qatar

Agregasi Sindonews.com, Jurnalis · Rabu 07 Juni 2017 15:16 WIB
https: img.okezone.com content 2017 06 07 320 1710015 berpotensi-ganggu-impor-mendag-pantau-hubungan-arab-saudi-cs-dan-qatar-aFwPuM7FT7.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita mengatakan, masih belum melihat dampak perseteruan diplomatik antara Qatar dengan Arab Saudi, Bahrain, dan Mesir terhadap kinerja ekspor dan impor Indonesia.

Menurutnya situasi tersebut masih sesaat, sehingga dampaknya pun belum terlihat. Dia mengaku akan terus melihat perkembangan yang terjadi atas perseteruan diplomatik tersebut.

Terkait adanya potensi impor 25 produk dari Qatar, dirinya menyatakan bahwa potensi tersebut juga dimiliki oleh negara lain di dunia.

"Di semua negara ada (potensi impor). Ya tapi kita lihat perkembangannya. Dan kita akan ikuti bagaimana perkembangannya," terangnya, Rabu (7/6/2017).

Seperti diketahui memanasnya situasi di Timur Tengah, terpicu oleh pemutusan hubungan diplomatik yang pertama-tama dilakukan Bahrain untuk kemudian disusul dengan Arab Saudi pada Senin (5/6) pagi.

Mesir, Uni Emirat Arab, Yaman, Libia dan Maladewa kemudian menempuh langkah yang sama. Menurut Arab Saudi, Qatar menjalin hubungan dekat dengan banyak kelompok teroris, termasuk kelompok yang menyebut diri Negara Islam (ISIS).

Kantor berita negara Bahrain dalam sebuah pernyataan singkat mengumumkan bahwa warga Qatar memiliki 14 hari untuk meninggalkan Manama, Ibu Kota Bahrain. Hal ini lantaran menurut pengumuman telah ikut campur tangan urusan dalam negeri. Sementara Arab Saudi yang kemudian melakukan hal yang sama, menerangkan alasan mereka menyangkut “keamanan nasional”.

“Mengutip (alasan) perlindungan keamanan nasional, Riyadh mengumumkan telah memutuskan hubungan dengan Doha dan menutup semua kontak darat, laut dan udara,” bunyi pernyataan pemerintah Saudi yang dilansir Reuters.

Mesir pun bergabung dalam perang diplomatik ketika Kairo mengumumkan bahwa pihaknya telah memutus hubungan dengan Doha dengan alasan serupa.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini