nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sheraton Bakal Bangun Hotel di Belitung, Termewah Se-Indonesia!

Dedy Afrianto, Jurnalis · Rabu 07 Juni 2017 13:37 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 06 07 470 1709834 sheraton-bakal-bangun-hotel-di-belitung-termewah-se-indonesia-1Im9GOp2kP.jpg Ilustrasi: Shutterstock

JAKARTA - Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Kelayang telah menerima suntikan investasi senilai Rp14,1 triliun dari tiga investor asing. Tiga investor asing tersebut adalah Sheraton, Sofitel dan China Harbour.

Kerjasama pertama dijalin antara PT Belitung Pantai Intan dengan China Harbour Engineering Company, yang akan melakukan pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus Tanjung Kelayang. Adapun perkiraan nilai investasi sebesar USD1 miliar atau senilai Rp13,3 triliun (kurs Rp13.300 per USD).

Nota kesepahaman kedua dilakukan antara PT Hypatia Karya Pratama dengan PT Accor Asia Pacific. PT Accor Asia Pacific Corporation Indonesia bermaksud membangun Sofitel Hotel and Resort di KEK Tanjung Lesung dengan rencana investasi sebesar Rp400 miliar.

Adapun perjanjian ketiga, nota kesepahaman investasi disepakati antara PT Setra Gita Nusantara dengan Starwood Asia Pacific Hotels and Resorts. Starwood Asia Pacific Hotels and Resorts akan membangun Sheraton Hotel di kawasan dengan rencana investasi sebesar Rp418 miliar. Dengan begitu, jumlah nilai investasi yang disepakati adalah senilai Rp14,1 triliun.

"Tanjung kelayang itu KEK yang inisiasi oleh swasta. Dia prosesnya berjalan cukup cepat sekarang mereka udah mulai tandatangan MoU investasi. Termasuk juga investasi untuk pengembangan KEK-nya sendiri. Lokasinya perlu dikembangkan sehingga investor itu tidak kemudian mengembangkan lagi lahan yang nanti dia sewa," kata Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution di Kantor Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Jakarta, Rabu (7/6/2017).

Khususnya untuk Hotel Sheraton, pembangunan ditargetkan selesai pada akhir tahun 2018 mendatang. Hotel ini pun disebut-sebut sebagai Hotel Sheraton termewah di Indonesia.

"Sheraton yang akan selesai tahun depan. Katanya itu akan menjadi Sheraton paling mewah," jelas Darmin.

Belitung sendiri memiliki pesona alam yang begitu indah, namun minim infrastuktur. Untuk itu, KEK pada kawasan ini difokuskan untuk membangun infrastruktur pada sektor pariwisata.

"Bayangkan Bangka Belitung, apalagi Belitung, enggak ada apa-apa di sana, cuma ada pemandangan. Memang sebagai tempat wisata ini perlu dikembangkan bukan cuma pemandangan tapi juga kesenian, bahkan atraksi bisa saja olahraga. Nah kita percaya KEK cukup gesit dan memang yang mengembangkan swasta," jelasnya.

Darmin pun meminta agar akses masuk, air bersih, listrik, dan bebarapa proyrek strategis nasional dapat dikembangkan. Hal ini merupakan modal utama untuk pengembangan daerah ini.

"Kemudian Menhub mengembangkan pelabuhan udara. Kalau itu udah, itu udah modal. Orang udah bisa masuk, tinggal pengembangan atraksi kuliner, jangan lupa daerah sana punya potensi pengembanga kuliner di pinggir laut seperti seafood. Tidak usah jauh-jauh harus dari Eropa, Amerika. Orangnya bisa dari Jawa Malaysia, yang budaya makannya tidak jauh berbeda," ungkapnya.

Selain hotel, kerjasama juga dilakukan dengan China Harbour Engineering Company. Perusahaan asal China ini nantinya akan berkontribusi pada sektor pengembangan kawasan secara keseluruhan.

"KEK itu kan sudah ada, tapi kawasan itu harus dikembangkan. Itu kan lahannya boleh jadi bekas nambang timah itu berlobang-lobang apa itu. Itu diratakan, dikembangkan dibikin infrastruktur, sehingga orang nanti tinggal ambil dia mau yang mana, di mana," tutupnya.

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini