Cerai dengan Arab, S&P Langsung Turunkan Rating Utang Qatar

Martin Bagya Kertiyasa, Jurnalis · Kamis 08 Juni 2017 08:24 WIB
https: img.okezone.com content 2017 06 08 20 1710598 cerai-dengan-arab-s-p-langsung-turunkan-rating-utang-qatar-9DiOPn2WtS.jpg Ilustrasi Rating Utang. (Foto: Okezone)

DUBAI - Konflik yang terjadi antara Qatar dengan negara tetangganya, membuat lembaga pemeringkat Standard & Poor's (S&P) menurunkan peringkat utang Qatar. Hal ini lantaran mata uang Qatar, riyal, jatuh ke level terendah.

S&P menilai, investasi portofolio keluar dari negara tersebut akan terjadi, seiring dengan perpecahan diplomatik Doha dengan negara-negara Arab lainnya. S&P memangkas rating utang jangka panjang Qatar satu tingkat, dari AA- dari AA dan menempatkan rating pada CreditWatch dengan implikasi negatif, yang berarti ada kemungkinan besar terjadi penurunan peringkat lebih lanjut.

Lembaga pemeringkat tersebut mengatakan ekonomi Qatar akan mengalami gejolak, setelah Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Mesir dan Bahrain memutuskan hubungan diplomatik dan transportasi dengan Doha, karena menuduh Qatar mendukung terorisme.

"Kami melihat pertumbuhan ekonomi akan melambat, tidak hanya melalui penurunan perdagangan regional, namun karena profitabilitas perusahaan yang rusak karena permintaan di kawasan terputus, investasi terhambat, dan kepercayaan investasi berkurang," kata S & P dalam laporannya seperti dilansir dari Reuters, Kamis (8/6/2017).

Lembaga pemeringkat utama lainnya, Moody's Investors Service, menilai Qatar di Aa3, yang setara dengan peringkat baru S&P. Sedangkan Fitch Ratings, menempatkan Qatar di posisi AA.

Rendahnya propspek pasar Qatar menyiratkan bahwa riyal akan terdepresiasi sekitar 1,5% dalam 12 bulan ke depan. Tapi itu menunjukkan ada ekspektasi arus keluar uang yang besar dari Qatar dalam beberapa bulan mendatang.

Indeks saham Qatar telah anjlok 9,7% selama tiga hari terakhir, dengan volume perdagangan yang tinggi menunjukkan beberapa investor Teluk dan investor internasional berhasil keluar dari pasar dan mengirim uang mereka ke rumah.

Meski demikian, Qatar tetap menjadi salah satu negara terkaya per kapita di dunia, dengan aset senilai USD335 miliar dan ekspor gas alam cairnya menghasilkan surplus perdagangan sekitar USD2,7 miliar setiap bulannya.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini