Bakal Dapat Penumpang dari Qatar Airways, Bagaimana Prospek Saham Garuda?

Arie Dwi Satrio, Edy Siswanto , Jurnalis · Jum'at 09 Juni 2017 07:09 WIB
https: img.okezone.com content 2017 06 08 278 1711298 bakal-dapat-penumpang-dari-qatar-airways-bagaimana-prospek-saham-garuda-8ChyzallYR.JPG Ilustrasi: (Foto: Okezone)

JAKARTA - Garuda Indonesia bakal mengambil alih sebagian calon penumpang Qatar Airways yang memiliki rute Jakarta menuju Saudi Arabia, misalnya untuk tujuan umrah.

Garuda Indonesia, sebagaimana dinyatakan President dan CEO PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, Pahala N Mansyuri kepada Antara akan bekerja sama dengan pihak Qatar Airways

"Beberapa penumpang yang akan diangkut dari Jakarta ke Saudi Arabia akan dialihkan dengan Garuda Indonesia, perkiraan masih dalam waktu jangka pendek," kata dia, Kamis (8/6/2018).

Dengan memperoleh pangsa pasar baru, menjadi sentimen positif bagi perseroan dalam mengembangkan bisnis. Namun, Kepala Riset MNC Securities Edwin Sebayang menyatakan, situasi tersebut tak akan terlalu berdampak terhadap emiten berkode saham GIAA.

Besar kecilnya pengaruh rencana kerjasama yang bakal dijalin GIAA dengan maskapai penerbangan Qatar itu akan menentukan besarnya efek positif yang diterima oleh GIAA.

"Perlu kita tahu seberapa besar jumlah penumpang tersebut karena perlu kita kaitkan cost yang harus dikeluarkan GIAA untuk mengangkut penumpang tersebut," katanya ketika dihubungi Okezone di Jakarta, Kamis (8/6/2017).

Untuk saat ini, karena jalinan kerjasama tersebut belum tampak dengan jelas, dan jumlah penumpang yang akan terangkut juga belum dapat diperkirakan, maka pengaruhnya terhadap saham GIAA pun belum akan terlihat dalam waktu dekat.

"Jadi enggak akan terpengaruh dengan harga sahamnya," lanjutnya.

Bahkan sekalipun nantinya GIAA memperoleh pangsa pasar baru dari kerjasama yang akan dibangun, Investor kemungkinan belum akan melirik saham milik maskapai penerbangan milik badan usaha milik negara (BUMN) tersebut.

"Belum (tertarik investor). Pasar boleh baru tapi apakah menguntungkan," ungkapnya.

Adapun kinerja keuangan GIAA di kuartal I-2017 tercatat kerugian sebesar USD99,1 juta atau Rp1,32 triliun (kurs Rp13.327 per USD) pada kuartal I-2017. Capaian ini turun 11.969% dibandingkan periode yang sama di 2016 yang mencatatkan laba bersih sebesar USD800 ribu.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini