Isolasi Qatar, Asita Tunda Jadwal Pemberangkatan Jamaah Umrah

ant, Jurnalis · Kamis 08 Juni 2017 11:58 WIB
https: img.okezone.com content 2017 06 08 320 1710742 isolasi-qatar-asita-tunda-jadwal-pemberangkatan-jamaah-umrah-nup5q6LLxq.jpg (Foto: Ant)

MAKASSAR - DPD Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) Sulawesi Selatan (Sulsel) menunda jadwal pemberangkatan jamaah umrah terkait pemutusan hubungan diplomatik antara Qatar dan Arab Saudi.

Ketua DPD Asita Sulsel Didi Leonardo Manaba di Makassar pada Kamis (8/6/2017) mengatakan pemberangkatan jamaah umrah ditunda dari jadwal semula karena penuhnya maskapai Qatar Airways yang akan menampung penumpang.

"Itu sudah menjadi imbas dari tidak bisanya maskapai Qatar Airways menerbangkan jamaah ke Arab Saudi dengan adanya pemutusan diplomatik antar-kedua negara itu," katanya.

Didi belum bisa memastikan jadwal yang tepat untuk pemberangkatan jamaah umrah yang melalui jasa travel, khususnya anggota Asita karena masih tergantung kesepakatan antara jamaah dan pihak travel.

"Saya kira pengundurannya bisa sampai sebulan tergantung dari kesepakatan jamaah dan pihak travel. Namun, kita tentu akan berupaya mengatur sebaik mungkin agar penundaannya tidak terlalu lama," ujarnya.

Asita Sulsel juga meminta para jamaah yang telah atau baru akan berangkat menggunakan penerbangan Qatar Airways tidak perlu khawatir karena akan dipindahkan ke maskapai yang lain.

Ia menjelaskan, dirinya belum mendapatkan laporan soal jumlah jamaah yang telah diberangkatkan melalui maskapai Qatar Airways ke Jeddah. Namun yang pasti, jamaah tidak akan ditelantarkan setelah adanya garansi maskapai yang bersangkutan.

"Tentunya pihak maskapai dan travel akan mencari solusi terbaik untuk memulangkan jamaah yang telanjur berada di Arab Saudi. Kita dengar pihak maskapai sudah berkomitmen untuk menyelesaikan masalah ini," katanya.

Ia menjelaskan, jamaah yang menggunakan maskapai Qatar Airways di Sulsel khususnya anggota Asita, memang tidak begitu banyak yakni kurang dari 10%. Sehingga, jamaah tidak begitu sulit untuk dipindahkan ke maskapai lain.

"Sementara bagi yang belum berangkat, selain bisa pindah, jamaah juga bisa mengambil uangnya kembali jika tidak bersedia berangkat umrah," ujarnya.

Pihaknya juga akan melakukan upaya agar jamaah yang menggunakan maskapai Qatar Airways bisa tetap fokus dan tidak mengganggu ibadahnya.

(wdi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini