Arab Cs dan Qatar Memanas, Bagaimana Nasib Penerbangan Indonesia?

Dedy Afrianto, Jurnalis · Kamis 08 Juni 2017 14:14 WIB
https: img.okezone.com content 2017 06 08 320 1710924 arab-cs-dan-qatar-memanas-bagaimana-nasib-penerbangan-indonesia-fP00zWrNW4.jpg Ilustrasi: (Foto: Reuters)

JAKARTA - Arab Saudi dan negara-negara koalisi Arab seperti Bahrain, Uni Emirat Arab (UAE), dan Mesir telah memutuskan hubungan diplomatik. Alasannya adalah karena Qatar dinilai mendukung terorisme.

Hal ini pun turut menjadi perhatian dari pemerintah Indonesia. Menteri Luar Negeri Retno Marsudi bahkan telah menjalin komunikasi dengan pihak terkait di negara-negara Arab.

"Ketika kembali ke Jakarta saya memang pakai Qatar Airways dan saya transit ke Doha. Saya gunakan transit ini untuk bertemu dengan Duta Besar kita di Doha yang kita bahas situasi di Doha untuk memastikan semua WNI yang di Qatar dalam kondisi baik. Duta Besar RI semakin aktif untuk lakukan kontak," kata Menlu di Kompleks Istana Negara, Jakarta, Kamis (8/6/2017).

Lantas, bagaimana dampak gejolak politik di negara-negara Arab ini bagi dunia penerbangan?

Menurut Menlu, penerbangan di Indonesia ke Qatar tidak mengalami masalah. Pemerintah pun telah bertindak cepat untuk menyelesaikan persoalan penumpang haji yang menggunakan maskapai asal Qatar untuk melakukan umrah.

"Dengan adanya adjustment yang harus dilakukan dengan penerbangan Qatar maka juga akan berdampak pada jamaah umrah Indonesia. Alhamdulilah saat ini belum muncul masalah signifikan.

Sementara itu dapat ditanggulangi dengan baik dan juga dilakukan pengalihan yang akan berangkat ke maskapai lainnya," jelasnya.

Sementara itu, untuk tenaga kerja, tercatat hingga saat ini terdapat 29.000 tenaga kerja di Qatar. Pemerintah pun terus berupaya melalukan proteksi terhadap WNI ini.

"Angkanya (WNI) yang daftar di KBRI ada di kisaran 29.000. Tapi ada teman kita dan saudara. Tapi ada angka yang perkirakan jumlah WNI sejumlah 43.000. KBRI sudah bentuk satgas khusus dari sisi proteksi WNI," jelasnya.

Indonesia juga turut menyuarakan agar berbagai negara Arab dapat saling menahan diri. Terutama dengan momen yang bertepatan saat bulan Ramadan.

"Sampai kemarin saya lakukan banyak sekali komunikasi degan banyak sekali Menteri Luar Negeri . Intinya Indonesia sampaikan concern terhadap perkembangan yang saat ini terjadi. Kita minta semua tahan diri dan utamakan ukhuwah islamiah utamakan umat terutama di bulan Ramadan dan keempat kita Indonesia siap bantu jika dibutuhkan," jelasnya.

Diharapkan, perdamaian di Timur Tengah dapat segera terwujud. Indonesia pun siap membantu jika benar-benar dibutuhkan.

"Saya juga melakukan kontak dengan Menteri Luar Negeri Kuwait. Saya juga akan lakukan komunikasi kembali dengan Kuwait, Saudi Arabia, Qatar, dan lain-lain, mereka sangat apresiasi.

Perdamaian Timur Tengah sangat penting untuk dunia," tandasnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini