Arab Saudi Cs dan Qatar Memanas, Menlu: Perdagangan Akan Terimbas

Dedy Afrianto, Jurnalis · Kamis 08 Juni 2017 14:16 WIB
https: img.okezone.com content 2017 06 08 320 1710925 arab-saudi-cs-dan-qatar-memanas-menlu-perdagangan-akan-terimbas-yieZiz4N5h.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

JAKARTA - Arab Saudi bersama beberapa negara Timur Tengah telah memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar. Hal ini pun turut menjadi perhatian dunia internasional.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan, keadaan ini nantinya juga akan berdampak kepada sektor perdagangan di Indonesia. Salah satunya perdagangan melalui jalur laut.

"Perdagangan akan terimbas karena dengan adanya (hambatan) akses laut dan darat maka perdagangan Indonesia yang melakukan misalnya di pelabuhan-pembagian di Uni Emirat Arab tentunya juga akan terdampak," kata Retno di Kompleks Istana Negara, Jakarta, Kamis (8/6/2017).

Untuk itu, koordinasi dengan Menteri Perdagangan terus dilakukan. Diharapkan, situasi ini nantinya tidak akan merugikan bagi Indonesia.

"Saya juga melakukan koordinasi dengan Pak Menteri Perdagangan untuk kalkulasi bagaimana dampak untuk ekspor Indonesia. Bagaimana kalau kargo tidak terlalu berdampak, karena penerbangan Jakarta Doha tidak berdampak. Tetapi kargo yang melalui laut kita akan lihat kembali," tuturnya.

Keadaan ini juga dikhawatirkan dapat berdampak pada sektor pariwisata. Pemerintah pun akan selalu memantau keadaan di Timur Tengah untuk mengantisipasi hal ini.

"Kemungkinan dampaknya para wisatawan yang datang ke Indonesia yang gunakan penerbangan Qatar yang berasal dari Qatar. Jadi saya sudah melakukan video conference dengan duta besar kita di wilayah GCC dan negara terkait lainnya. Saya sudah minta perkembangan dan saya sudah kalkulasi dampak ke Indonesia seperti apa, dan setiap hari kita terus update," jelasnya.

Sementara itu, pada sektor tenaga kerja, hingga saat ini tak ada masalah pada tenaga kerja Indonesia yang bekerja di Qatar. Hingga saat ini, pemerintah juga masih terus melakukan pengawasan terhadap keadaan tenaga kerja di Qatar.

"Sejauh ini tidak masalah tenaga kerja kita cukup banyak yang ada di sana. Jadi sejauh ini belum ada dampak apa pun terhadap WNI yang kerja di Qatar karena banyak tenaga kerah asing lebih dari 80%. Jadi kita lihat kepentingan kita apa, tapi tidak lupa kita sudah lakukan komunikasi dan sampaikan harapan serta kesiapan," jelasnya.

Selain Qatar, Menlu juga turut menaruh perhatian tentang kisruh di Kota Marawi, Mindanao, Filipina Selatan. Koordinasi pun tetap terus dilakukan sekalipun 16 warga negara Indonesia (WNI) yang sempat terjebak dan dievakuasi dari Kota Marawi, telah tiba di Jakarta pada Sabtu 3 Juni 2016, sekira pukul 22.40 WIB.

"Saya lakukan kontak terus dengan Menlu yang baru karena kita tahu pemberantasan terorisme tidak bisa sendiri," tutupnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini