nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Gawat, Jembatan Layang Antapani Bandung Retak!

ant, Jurnalis · Kamis 08 Juni 2017 19:07 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 06 08 320 1711296 gawat-jembatan-layang-antapani-bandung-retak-pVi078UovB.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

BANDUNG - Jembatan layang Antapani atau biasa disebut Jembatan Pelangi mengalami keretakan terbuka di bagian bawah jembatan dengan lebar retakan pondasi mencapai sekira 30 sentimeter dengan panjang sekira satu meter.

"Yang terbuka adalah penahan timbunan dari beton ringan akibat kebocoran pipa PDAM dan tidak terlalu berdampak dengan struktur utamanya. Dugaan sementara adalah pipa PDAM," ujar Kepala Dinas Pekerjaan Umum Iskandar Zulkarnaen saat dihubungi melalui telepon seluler, Kamis (8/6/2017).

Zul mengatakan, untuk menangani masalah tersebut, Dinas PU telah berkoordinasi bersama PDAM dan Pusat Jalan dan Jembatan (Pusjatan) dalam melakukan perbaikan dengan penyedotan air untuk mengeringkan saluran yang bocor.

"Kami juga berkordinasi dengan kontraktor dan Pusjatan karena masih dalam masa pemeliharaan," katanya.

Dari pantauan di lapangan, retakan berada di sisi kanan jalan dari arah Antapani menuju Jalan Terusan Jakarta dan letaknya tidak jauh dari persimpangan jalan. Retakan jembatan ditutupi oleh terpal biru oleh para pekerja.

Berdasarkan info dari Pusjatan melalui akun Instagram-nya, menjelaskan bahwa sampai saat ini kinerja konstuksi overpass Antapani terus dipantau oleh Pusat Litbang Jalan dan Jembatan (Pusjatan).

Hasil pemantauan penurunan struktur overpass secara berkala pada area struktur baja bergelombang dan area pondasi, menunjukan dalam kondisi aman. Tidak terjadi penurunan atau ambles pada struktur overpass.

Retak dan amblasnya jalan akibat kebocoran pipa PDAM yang berada di kedalaman enam meter dari permukaan jalan. Konstruksi gorong-gorong yang rusak dan perkerasan jalan yang ambles berada di bawah kewenangan Pemerintah Kota Bandung.

Saat ini, Dinas Bina Marga Kota Bandung terus melakukan upaya-upaya penanganan awal, yaitu koordinasi dengan PDAM, Pusjatan, Dinas Perhubungan, Kepolisian serta pihak pelaksana proyek untuk skema penanganan jangka pendek dan permanen.

Upaya jangka pendek berupa pengalihan air limbah untuk mengetahui dampak kebocoran sedang diupayakan dengan pemompaan air limbah dari manhole terdekat.

Target berikutnya adalah pengecekan visual kondisi pipa air limbah setelah air berhasil dikendalikan dan penentuan perbaikan permanen berdasarkan kerusakan yang terjadi.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini