nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Wih, Belanda Investasi di Proyek Jembatan Palmerah

ant, Jurnalis · Jum'at 09 Juni 2017 14:21 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 06 09 320 1711936 wih-belanda-investasi-di-proyek-jembatan-palmerah-R2jlJhxIJo.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

KUPANG - Juru Bicara tim konsorsium Belanda, Latif Gau mengatakan, proyek jembatan Pancasila Palmerah dan pembangun listrik tenaga arus laut di Selat Gonsalu, Kabupaten Flores Timur adalah investasi dari Belanda.

"Pendanaan juga akan di dukung oleh Pemerintah Belanda dengan skema softloan 200 juta euro untuk phase-1 dan 300 juta euro untuk phase 2-3," kata Latif Gau menjawab Antara melalui surat elektronik yang diterima, Jumat.

Dia mengemukakan hal itu, berkaitan dengan minat investasi negara-negara pendatang baru di Indonesia pada sektor infrastruktur, jalan tol dan pembangkit listrik dan apakah Jembatan Palmerah dan pembangkit listrik tenaga arus laut di Selat Gonsalu masuk dalam rencana investasi negara-negara itu.

Menteri Perencanaan dan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengatakan, Kanada dan Belanda menjadi bagian dari sejumlah negara pendatang baru yang berminat untuk berinvestasi di Indonesia.

Minat investasi negara-negara itu adalah pada sektor infrastruktur, jalan tol dan pembangkit listrik.

"Jembatan Pancasila Palmerah adalah investasi dari Belanda. Pendanaan juga akan di support oleh Pemerintah Belanda," katanya.

Dia juga menegaskan bahwa, Belanda bukan pendatang baru untuk investasi di Indonesia. Sudah banyak perusahaan Belanda yang investasi dalam berbagai sektor di Indonesia.

"Belanda bukan negara pendatang baru untuk investasi di Indonesia. Sudah ada banyak perusahaan Belanda yang melakukan investasi dalam berbagai sektor di Indonesia. Untuk 'renewable energy' mungkin iya," katanya.

Mengenai realisasi, dia mengatakan masih menunggu hasil Feasibility Study (FS) yang sedang dilakukan PT Bunana Archikom.

"Kalau FS sudah selesai, maka tinggal ada kesepakatan soal skema pendanaan dan pembangunan sudah bisa dimulai," katanya.

Latif Gau menambahkan, untuk proyek Tidal Bridge Larantuka, pihaknya sudah membuat Pra FS dan sudah beberapa kali mengunjungi lokasi.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini