OJK Pantau Panasnya Situasi Politik di Timur Tengah

Dedy Afrianto, Jurnalis · Senin 12 Juni 2017 22:05 WIB
https: img.okezone.com content 2017 06 12 20 1714331 ojk-pantau-panasnya-situasi-politik-di-timur-tengah-UO0So5LVRl.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

JAKARTA - Saudi dan beberapa negara Arab Saudi lainnya seperti Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Yaman telah memutuskan hubungan diplomatik dan ekonomi dengan Qatar. Hal ini dilakukan sebagai hukuman terhadap Qatar yang dituding mendukung Ikhwanul Muslimin dan kelompok militan yang disokong Iran.

Memanasnya situasi politik di Timur Tengah ini cukup menjadi perhatian utama bagi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Pasalnya, keadaan ini dikhawatirkan dapat berdampak bagi investasi di Indonesia.

"Jadi perhatian baru karena kan kesannya sangat mendadak. Ternyata sampai hari ini eskalasi dinamikanya cukup tinggi. Itu saya kira masih terus. Tapi itu jadi perhatian OJK," kata Ketua DK OJK Muliaman Hadad di Kantor Pusat OJK, Jakarta, Senin (12/6/2017).

Hanya saja, hingga saat ini belum ada dampak siginifikan dari panasnya gejolak politik di Timur Tengah pada keadaan pasar di Indonesia. Hal ini pun terus menjadi perhatian dari OJK.

"Surat berharga dan lain sebagainya sampai hati ini belum ada tentu kita harus lihat . Berapa size berapa besar harus kita lihat. Saya belum bisa bilang. Tentu saja dalam jangka pendek perlu jadi variabel yang harus jadi perhatian," jelasnya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, memanasnya hubungan diplomatik di Timur Tengah ini turut berdampak bagi ekonomi Indonesia. Namun, pemerintah masih menunggu keadaan lebih lanjut dari situasi politik di negara-negara Timur Tengah.

"Kalau ekonomi kan tapi ekonomi tidak harus. Itu kan sesama negara Timur Tengah yang sedang hubungannya sedang terganggu. Tentu kalau dibilang tidak banyak dampaknya ada lah. Urusan pesawat saja pasti akan berpengaruh," kata Darmin di Kompleks Istana Negara, Jakarta, Selasa, 6 Juni 2017 lalu.

Hanya saja, Darmin menilai bahwa dampak ekonomi yang akan dirasakan oleh Indonesia tidaklah terlalu besar. Pasalnya, Indonesia tidak memiliki banyak ketergantungan hubungan datang dengan negara-negara yang saat ini memanas.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini