Cerai dengan Arab, Menkeu Qatar: Kalau Kita Rugi, Mereka Juga!

Martin Bagya Kertiyasa, Jurnalis · Senin 12 Juni 2017 12:00 WIB
https: img.okezone.com content 2017 06 12 320 1713688 cerai-dengan-arab-menkeu-qatar-kalau-kita-rugi-mereka-juga-dvI5j94bog.jpg Menteri Keuangan Qatar Ali Shareef Al Emadi. (Foto: Gulfbusiness)

JAKARTA - Arab Saudi dan beberapa negara negara Timur Tengah lainnya melakukan embargo pada Qatar, lantaran dianggap membantu teroris. Akibat dari aksi isolasi ini, lembaga pemeringkat Standart & Poor's (S&P) pun menurunkan rating utang obligasi Qatar.

Namun, Qatar tidak menjadi satu-satunya yang mengalami kerugian dalam pertengkaran antara Qatar dan tujuh negara Timur Tengah lainnya. Namun, Menteri Keuangan Qatar Ali Shareef Al Emadi mengatakan, guncangan ekonomi tidak hanya akan menghantam Qatar.

"Banyak orang mengira, kita satu-satunya yang akan rugi dalam hal ini. Tapi jika kita kehilangan satu dolar, mereka juga akan kehilangan satu dolar," katanya seperti dilansir dari CNBC, Senin (12/6/2017).

Dia mengatakan, keretakan politik tersebut sangat disayangkan, karena ini membuat investor tidak nyaman. Arab Saudi, Bahrain, UAE, dan Mesir merupakan beberapa engara yang memutuskan hubungan dengan Qatar pekan lalu, karena menuduh Qatar mendukung terorisme.

Keempat negara Arab tersebut mengatakan bahwa mereka akan menutup hubungan transportasi udara dan laut dengan Doha dan Riyadh yang baru-baru ini menutup perbatasan daratnya.

Pasalnya, Qatar bergantung pada teluk negara tetangga lainnya untuk mendapatkan makanan impor guna memberi makan 2,5 juta penduduknya, yang sebagian besar adalah ekspatriat. Ditambah lagi, ada laporan bahwa ada pembelian besar karena kepanikan di supermarket, di tengah kekhawatiran akan kekurangan pangan selama bulan suci Ramadan.

Sebelumnya, Doha mengimpor makanan dan barang lainnya dari tempat-tempat sejauh Brasil dan Australia sehingga pemerintah akan melanjutkannya, katanya. Apakah Turki, Timur Jauh, atau Eropa, Doha akan memastikan bahwa ia memiliki cukup banyak mitra untuk menyelesaikan sesuatu, lanjutnya.

Namun, Menteri yang juga presiden dewan eksekutif Qatar Airways, menyingkirkan kekhawatiran akan kehancuran pasar keuangan. Indeks saham Doha jatuh 7,1% pekan lalu, sementara rial Qatar telah jatuh terhadap greenback karena kekhawatiran arus keluar modal.

"Tapi cadangan dan dana investasi kami lebih dari 250% produk domestik bruto, jadi saya rasa tidak ada alasan mengapa orang perlu khawatir dengan apa yang terjadi atau spekulasi mengenai rial Qatar," katanya.

"Kami sangat nyaman dengan posisi, investasi dan likuiditas kami di sistem kami," tambah dia.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini