nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Anggaran Kementerian dan Lembaga Dipangkas, Industri Perhotelan Lesu

Trio Hamdani, Jurnalis · Senin 12 Juni 2017 19:58 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 06 12 470 1714258 anggaran-kementerian-dan-lembaga-dipangkas-industri-perhotelan-lesu-XZkIN5oSpn.jpg Ilustrasi (Foto : Shutterstock)

JAKARTA - Pasar hotel di sejumlah daerah di Indonesia terkena imbas negatif akibat pemotongan anggaran kementerian/lembaga oleh pemerintah. Terutama mengenai perjalanan dinas.

Ketua Umum Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Haryadi Sukamdani mengatakan, hotel di sejumlah daerah di Indonesia khususnya di luar Jawa, cukup bergantung pada kementerian/lembaga yang mengadakan kegiatan di hotel. Dinilainya, hal itu pengaruhnya tak sedikit.

"Pengaruh banget, daerah pengaruh banget. Daerah sangat bergantung dengan pasar pemerintah, itu sangat terpengaruh sekali," katanya di Jakarta, Senin (12/6/2017).

Dia juga menyatakan, dengan adanya pemotongan anggaran oleh pemerintah terhadap kementerian/lembaga, pasar perhotelan cenderung stagnan.

"Tahun ini saya rasa agak stag ya, karena pemerintah akan dikurangi budget-nya karena Menteri Keuangan kan sudah memotong anggaran untuk akomodasi. Jadi perkiraan kita tahun ini dibandingkan tahun lalu pertumbuhannya boleh dibilang kalau ada pun kecil. Karena memang dipotong itu," paparnya.

Guna bertahan di tengah kondisi pasar hotel yang tak begitu bergairah, dia mengatakan, upaya yang saat ini dapat dilakukan adalah memperkuat pasar dari kalangan korporasi. "Karena suasananya cukup berat terutama di daerah-daerah," terangnya.

Dia pun menyebutkan, kontribusi pasar dari pemerintah terhadap pendapatan hotel di daerah, jumlahnya bisa mencapai 70%. Namun diterangkannya, masing-masing daerah berbeda.

"Jadi tergantung. Kalau di Jakarta karena korporasinya besar ya pemerintah paling cuma 30%. Tapi kalau untuk di daerah artinya luar Jawa apalagi pasar pemerintah sangat besar," tambahnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini