nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Harga Pangan Stabil, BI Catat Inflasi Tahunan Alami Penurunan

Dedy Afrianto, Jurnalis · Selasa 13 Juni 2017 13:51 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 06 13 20 1714791 harga-pangan-stabil-bi-catat-inflasi-tahunan-alami-penurunan-FkJAasAya8.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) siang ini melakukan pertemuan tertutup dengan Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardjojo. Pertemuan ini dilakukan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat.

Hanya saja, Agus enggan menjelaskan lebih lanjut terkait topik yang dibahas dalam pertemuan ini. Namun, usai pertemuan, Agus menyatakan bahwa inflasi hingga saat ini masih dapat terkendali.

Terkendalinya inflasi ini dapat dilihat dari semakin rendahnya inflasi tahunan hingga saat ini. BI mencatat, inflasi tahunan hanya mencapai kisaran 4,17%.

"Kita melihat inflasi itu 4,33% itu kan bulan lalu. Sekarang ini kira-kira 4,17%. Jadi menunjukkan pengendalian cukup baik," kata Agus di Kompleks Istana Negara, Jakarta, Selasa (13/6/2017).

Menurut Agus, pengendalian harga selama ini telah dilakukan dengan cukup baik. Hal ini pun berdampak pada rendahnya inflasi sepanjang bulan Ramadan tahun ini.

"Semua itu berjalan dengan baik. Saya juga melihat efektivitas pada satgas pangan yang melibatkan kepolisian. Kemudian dibarengi dengan tim pengendalian inflasi daerah yang ada di lebih 500 pemerintah provinsi, kabupaten, kota itu berkoordinasi dengan baik. Jadi pengendalian harganya itu dilakukan dengan menyediakan pasokan dan meyakinkan distribusinya baik dan komunikasi yang baik," ujarnya.

Seperti diketahui, pemerintah bersama Bank Indonesia telah meluncurkan pusat informasi harga pangan strategis nasional (PIHPS). PIHPS adalah sistem informasi berbasis web yang digunakan untuk mengurangi kesenjangan informasi harga antara produsen dan konsumen. Selain itu, pengembangan sistem informasi ini juga bermanfaat sebagai acuan pelaku usaha dan produsen dalam menetapkan harga, acuan konsumen dalam membeli, hingga sinyal awal terjadinya gejolak harga komoditas di pasar.

Sistem ini diharapkan dapat digunakan untuk terus memantau harga. Dengan begitu, inflasi dapat terus dikendalikan oleh pemerintah.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini