Image

Bersuara Serak, Begini Update Luhut soal Pertemuan World Bank-IMF 2018

Feby Novalius, Jurnalis · Selasa 13 Juni 2017, 12:03 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 06 13 320 1714630 bersuara-serak-begini-update-luhut-soal-pertemuan-world-bank-imf-2018-m2XLq7JvIN.jpg Pembahasan Persiapan IMF-World Bank 2018 di Indonesia (Foto: Feby Novalius/Okezone)

JAKARTA - Ketua Panitia Nasional Luhut Binsar Panjaitan memimpin rapat koordinasi (rakor) pelaksanaan World Bank-International Monetary Fund (IMF) Annual Meeting pada 2018, di kantor Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Meski Luhut dalam kondisi kurang sehat, rapat yang dihadiri oleh sejumlah Menteri Kabinet Kerja seperti Menko Pulhukam Wiranto, Menteri Informatika dan Komunikasi Rudi Antara, Menteri Pariwisata Arief Yahya, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, dan Gubernur BI Agus Martowardojo, berjalan dengan lancar.

"Mohon maaf karena suara saya agak kurang baik, sedang serak, jadi tadi ini rapat persiapan pertemuan World Bank-IMF 2018 pada tanggal 8-14 Oktober. Kita bersama instansi dan kementerian, lembaga, mempersiapkan semua konsep besarnya," tuturnya di Jakarta, Selasa (13/6/2017).

Minggu depan, kata Luhut, masing-masing instansi dan lembaga pemerintah yang telah mengikuti rakor akan mengumpulkan bahan apa saja yang diperlukan untuk menyempurnakan konsep besar tersebut.

Misalnya, dari Kementerian Pariwisata, bagaimana mengatur para peserta World Bank-IMF yang hadir sekira 15.000-17.000. Setelah acara pertemuan akan ada yang berpariwisata ke Bali dan ke lokasi wisata lainnya di Indonesia.

"Jadi nanti kita rapat lagi, apa yang perlu kita sempurnakan. Anggaran apa yang diperlukan dan kita ingin persiapkan seefisien mungkin," tuturnya.

Sebagai informasi, Indonesia akan menjadi tuan rumah World Bank-International Monetary Fund (IMF) Annual Meeting. Kegiatan ini akan dilangsungkan di Bali pada 8-14 Oktober 2018.

Pertemuan ini akan dilakukan di Bali dan akan dihadiri sekira 15.000 peserta. Pada pertemuan ini akan terdapat peserta yang terdiri dari Gubernur Bank Sentral dan Menteri Keuangan dari 200 negara.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini