nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kini, Bayar Zakat Bisa Melalui Agen Laku Pandai

Dedy Afrianto, Jurnalis · Rabu 14 Juni 2017 15:09 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 06 14 320 1715959 kini-bayar-zakat-bisa-melalui-agen-laku-pandai-ec7tA0dxjg.jpg ketua Baznas (Foto: Dedy Afrianto/Okezone)

JAKARTA - Masyarakat di daerah terpencil mulai saat ini tidak perlu khawatir dengan hambatan untuk membayar zakat. Pasalnya, pembayaran zakat dapat dilakukan bersama agen laku pandai di berbagai daerah.

Laku pandai adalah agen perbankan yang tersebar di berbagai daerah. Hari ini, program pembayaran zakat melalui agen laku pandai pun telah diresmikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Pada hari ini Baznas bekerjasama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan memulai program penghimpunan zakat melalui para agen laku pandai," kata Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Bambang Sudibyo di Istana Negara, Jakarta, Rabu (14/6/2017).

Basnaz saat ini memang tengah mengembangkan berbagai program dan sistem internal untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Selain program pembayaran zakat, transparansi keuangan pun turut menjadi perhatian dari Basnaz.

"Sejak berdirinya pada tahun 2001 laporan keuangan Baznas Pusat selalu memperoleh opini WTP (wajar tanpa pengecualian) dari kantor akuntan publik. Baznas Pusat juga herhasil memperoleh sertifikat ISO versi mutakhir yaitu versi 9001:2015. Karena zakat sudah dimasukkan dalam master plan Arsitektur Keuangan Syariah oleh Bappennas, maka kami sekarang sedang berbenah diri agar semua Baznas dan LAZ betul-betul menjadi lembaga keuangan syariah yang nantinya diawasi oleh OJK," ujarnya.

Selama ini, Baznas beserta semua Baznas provinsi dan semua LAZ di Indonesia juga telah bersama-sama bersepakat pada 2016 untuk setiap tahunnya mengentaskan 280.000 jiwa masyarakat miskin dari garis kemiskinan versi BPS. Hal ini cukup optimis untuk dicapai karena pendistribusian zakat pada 2016 berhasil meningkatkan income mustahik 27% per tahun.

"Dalam pendistribusian zakat ini selain mengacu kepada syariah, Baznas juga telah mulai mengembangkan program pengentasan kemiskinan yang diselaraskan dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau SDGs bekerjasama dengan UNDP. Tidak kurang dari tujuh goal dalam SDGs itu dapat disasar dengan berbagai program pendistribusian zakat," jelasnya.

Selama ini, zakat juga telah dapat disalurkan kepada suku terasing untuk kebutuhan kesehatan, pendidikan, dan tempat tinggal. Mustahik suku terasing pun sudah mencapai 3.395 KK, dari komunitas adat Suku Badui di Provinsi Banten, Suku Anak Dalam di Provinsi Jambi, Suku Bajo di Provinsi Sulawesi Tenggara, Suku Lauje, Tajio, dan Kaili Da’a di Propinsi Sulawesi Tengah, Suku Dayak Iban dan Sembakung di Provinsi Kalimantan Utara, Suku Kokoba di Provinsi Papua Barat, dan Suku Mentawai di Provinsi Sumatera barat.

"Dalam bidang pengumpulan zakat, Baznas juga mengupayakan berbagai inovasi layanan zakat. Baznas terus memperbaiki kemudahan berzakat baik melalui kanal perbankan, konter, dan jemput zakat. Saat ini, Baznas proaktif menyediakan layanan kemudahan berzakat digital dengan berbagai platform dan portal e-commerce untuk memberikan kemudahan berzakat, tidak saja bagi masyarakat Indonesia di Tanah Air tetapi di luar negeri," ujarnya.

Baznas juga meluncurkan gagasan inklusi zakat, yakni sebuah gerakan mengajak lapisan masyarakat ikut dalam kampanye zakat dan menjadi agen zakat bagi masyarakat di semua lapisan. Baznas pun menggandeng berbagai kelompok dan komunitas seperti pemuda, mahasiswa, pramuka, ustadzah, Badan Kontak Majelis Taklim, hingga Radio Antar-Penduduk Indonesia untuk menjadi agen-agen zakat Baznas di seluruh Indonesia.

"Baznas juga menggandeng PT POS Indonesia untuk membangun inklusi zakat yang semakin masif di masyarakat," tutupnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini