Image

Menteri Luhut Tegaskan Tak Campuri Teknis Pertemuan IMF-World Bank

Agregasi Sindonews.com, Jurnalis · Rabu 14 Juni 2017, 17:45 WIB
https img okeinfo net content 2017 06 14 320 1716202 menteri luhut tegaskan tak campuri teknis pertemuan imf world bank tBhpXoha4a jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan dirinya tidak akan mencampuri urusan teknis dalam pertemuan tahunan (annual meeting) International Monetary Fund (IMF)-World Bank, yang akan digelar di Bali tahun depan.

Dia menekankan dirinya hanya akan bertindak sebagai Ketua Penyelenggara Acara, dan mengatur mengenai teknis acara.

Dia mengungkapkan, tugasnya dalam pertemuan tersebut hanya sebagai koordinator. Mengingat, Indonesia tahun depan ketempatan menjadi tuan rumah pertemuan akbar IMF-World Bank yang dijadwalkan 8-14 Oktober 2018. Sehingga, Indonesia tentunya perlu membentuk kepanitian sehingga acara berjalan dengan lancar.

"Indonesia ditunjuk sebagai tuan rumah Annual Meeting IMF-World Bank tahun depan bulan Oktober. Saya kebetulan ditunjuk sebagai ketuanya. Tapi supaya jelas, karena di media suka membuat berita agak menyimpang. IMF-World Bank saya tidak mencampuri masalah materi. Saya hanya koordinasi saja," katanya di Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Rabu (14/6/2017).

Menurutnya, teknis materi dan pertemuan telah didelegasikan kepada Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati dan Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo. Sebab, negara lain pun mendelegasikan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral nya untuk menghadiri pertemuan tersebut.

"Jadi materi World Bank oleh Menkeu, dan mengenai IMF itu Gubernur BI. Jadi saya hanya mengatur supaya 15.000 peserta yang akan hadir dari 189 negara itu, semua Menkeu dan Gubernur Bank Sentral masing-masing, plus CEO, bankers itu bisa hadir dengan baik," imbuh dia.

Menteri Luhut menambahkan, tugas pokoknya juga adalah agar pertemuan tersebut juga bisa dimanfaatkan untuk mempromosikan Indonesia serta menarik investasi sebanyak-banyaknya ke Tanah Air.

"Paling penting, kita bisa manfaatkan kehadiran mereka untuk memberi penjelasan mengenai Indonesia dan meyakinkan mereka untuk investasi di Indonesia," tandasnya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini