nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menanti Suku Bunga Acuan BI, Akankah Mengekor Kenaikan Fed Rate?

Dedy Afrianto, Jurnalis · Kamis 15 Juni 2017 07:26 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 06 15 20 1716534 menanti-suku-bunga-acuan-bi-akankah-mengekor-kenaikan-fed-rate-NL9TeQ8sZZ.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) telah melakukan Rapat Dewan Gubernur (RDG) sejak tanggal 14 Mei lalu. Hari ini, BI akan mengumumkan hasil dari RDG tersebut, salah satunya adalah mengenai suku bunga acuan atau 7 Day Repo Rate.

Pengumuman 7 Day Repo Rate ini sendiri menarik untuk ditunggu. Pasalnya, hal ini bertepatan dengan keputusan the Fed untuk naikkan suku bunga acuannya sebesar 25 basis points untuk kedua kalinya pada tahun ini.

Sebelumnya, RDG Bank Indonesia pada 17-18 Mei 2017 memutuskan untuk mempertahankan BI 7-day Reverse Repo Rate (BI 7-day RR Rate) tetap sebesar 4,75%. Sementara itu suku bunga Deposit Facility tetap sebesar 4,00% dan Lending Facility tetap sebesar 5,50%, berlaku efektif sejak 19 Mei 2017.

Seperti diketahui, menurut Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardjojo, sepanjang tahun 2017 suku bunga kredit telah mengalami penurunan sebesar 90 basis points (bps).

Hanya saja, menurut Agus, hal ini tidak boleh membuat Indonesia menjadi lengah. Pasalnya, masih terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan tingkat global seperti kenaikan suku bunda Amerika Serikat atau Fed Fund Rate (FFR).

"Sekarang ini yang perlu kita waspadai adalah kondisi di Amerika ada kemungkinan untuk kenaikan FFR, dan masih ada kemungkinan dua kali lagi yaitu di bulan Juni dan September atau bulan Desember. Tetapi kita ingat bahwa di tahun 2018, juga ada kemungkinan ada kenaikan lagi FFR itu," ujarnya di Kantor Pusat Bank Indonesia, Jakarta, Senin, 12 Juni 2017 lalu.

Sebelumnya, Standard & Poor's (S&P) sendiri telah memberikan rating investment grade kepada Indonesia. Melalui rating ini, maka Indonesia telah memperoleh rating investment grade kepada seluruh lembaga pemeringkatan.

Ekonom Samuel Asset Management Lana Soelistianingsih mengatakan, rating investment grade ini merupakan modal bagi Indonesia untuk menghadapi kenaikan suku bunga acuan the Fed. Pasalnya, arus modal asing nantinya akan masuk dalam jumlah besar berkat rating layak investasi ini.

“Ada capital inflow dalam jumlah besar. Ini akan memberikan keuntungan bagi Indonesia,” kata Lana kepada Okezone.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini