Image

Selain Fed Rate, Begini Risiko Global yang Jadi Sorotan BI

Dedy Afrianto, Jurnalis · Jum'at 16 Juni 2017, 15:42 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 06 16 20 1717959 selain-fed-rate-begini-risiko-global-yang-jadi-sorotan-bi-cJKUHi8FS6.jpg Foto Gubernur BI Agus Martowardojo (Dedy/Okezone)

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) telah memutuskan untuk menahan suku bunga acuan pada level 4,75%. Keputusan ini dinilai telah sejalan dengan kebijakan pemerintah yang berupaya untuk menjaga stabilitas sistem fiskal dan moneter.

"Kita memutuskan menahan BI 7 Day Reverse Repo Rate sama di 4,75%, dan kami meyakini bahwa 4,75 itu sejalan dengan kondisi stabilitas sistem keuangan dan stabilitas makro ekonomi yang sedang berjalan. Dan kami yakini sistem keuangan dan makro ekonomi terjaga dan dalam keadaan stabil," kata Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardjojo di Kantor Pusat BI, Jakarta, Jumat (16/6/2017).

BI pun telah memperhitungkan secara matang berbagai kemungkinan dan tantangan global yang akan dihadapi. Salah satunya adalah kenaikan suku bunga acuan bank sentral Amerika Serikat.

"Kami harus waspadai perkembangan di dunia yang mesti kami waspadai memang harus sebelumnya ada kenaikan Fed Rate dan kami tau Fed Rate masih akan naik lagi mungkin September atau Desember, 2018 juga masih akan ada, yang jadi perhatian kami, The Fed semakin positif akan melakukan penurunan neracanya," ujarnya.

Selain the Fed, BI juga turut memerhatikan gejolak politik di dunia. Salah satunya adalah pemilihan umum pada beberapa negara lainnya.

"Kondisi global di Eropa ada yang perlu kami waspadai terkait perkembangan di Italia, kelihatan di sana perbankannya tidak dalan kondisi terlalu baik. Di Inggris hasil pemilu karena tidak ada mayoritas di parlemen juga jadi hal yang kami waspadai," ungkapnya.

Untuk itu, perlu berbagai kebijakan untuk menjaga stabilitas sistem makro dan moneter di Indonesia.

"Kami lihat ekonomi dunia yang kemarin ada perbaikan harga komoditas, tapi untuk harga minyak, ini kami waspadai. Kami yakini dgn kami jaga tetap 4,75% ini konsisten jaga stabilitas makro ekonomi dan sistem keuangan dan mendorong meneruskan pemulihan ekonomi. Kami lihat ekonomi terus membaik dan dalam taraf pemulihan . Kami lihat sumber yang menjadi pendorong ekonomi Indonesia, seperti ekspor investasi dan tentu ada konsumsi kami yang tetap kuat," tutupnya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini