Image

Harga Bawang Putih Masih Rp70.000/Kg, Pasokan pun Menipis

Koran SINDO, Jurnalis · Sabtu 17 Juni 2017, 12:12 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 06 17 320 1718570 harga-bawang-putih-masih-rp70-000-kg-pasokan-pun-menipis-nt4sH8qtqU.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

YOGYAKARTA - Sepekan jelang Lebaran 2017, harga bawang putih jenis kating di Pasar Beringharjo merangkak naik. Penyebabnya karena keterbatasan pasokan dari petani.

“Permintaan cukup banyak, tapi pasokan ke pasar tradisional berkurang. Ini pemicu harga naik, pengakuan pedagang harganya sampai Rp70.000 per kg,” kata Sekretaris 2 Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Yogyakarta, Sugeng Purwanto memaparkan hasil pemantauan harga di Pasar Beringharjo, kemarin.

Menurutnya, pada hari biasa sebelum Ramadan, pasokan bawang putih kating di Pasar Beringharjo sekitar satu ton per hari. Namun beberapa hari terakhir ini hanya dipasok sekitar 50 kilogram. Di DIY, kata dia, ada tujuh distributor bawang putih di DIY. Semuanya berkedudukan di Kabupaten Bantul.

Pihaknya pun akan meminta para distributor ikut menjaga pasokan agar ketersediaan komoditas di pasar bisa memenuhi kebutuhan masyarakat.

”Ini jadi perhatian kami, akan kami rapatkan bersama tim apakah perlu operasi pasar atau tidak,” katanya.

Sedangkan harga untuk komoditas bawang putih sinco cukup stabil karena pasokannya tergolong lancar. Untuk harga grosir berkisar antara Rp25.000-35.000 per kg. Sujiati, salah satu pedagang grosir bawang merah dan putih di pasar Beringharjo mengatakan, pasokan bawang putih jenis kating mengalami penurunan sejak lima hari terakhir.

Bahkan, pada Kamis (15/6) kemarin, dirinya tak menjual lagi bawang putih tersebut. “Pasokannya cukup sulit dan harganya mahal, sudah tembus Rp70.000 per kg di tingkat eceran. Kalau saya jual Rp65.000 per kg,” ujarnya.

Diakuinya, lonjakan harga bawang putih kating sudah terasa sebelum Ramadan. Saat itu harga sekitar Rp35.000- Rp40.000 per kg.

Sementara itu, harga komoditas pokok lain seperti bawang bombai juga mengalami kenaikan Rp3.000 per kg. Sebelum puasa, harga bawang bombai berkisar antara Rp8.000 per kg, saat ini mencapai Rp11.000 per kg. Sementara, harga cabai justru turun sejak beberapa hari terakhir. Pasokan cabai pun cukup lancar jika dibandingkan dengan bawang. Saat ini, harga cabai rawit turun menjadi Rp27.000 per kg dari Rp30.000-35.000 per kg.

Sementara cabai merah turun dari Rp17.000 per kg menjadi Rp15.000 per kg. Begitu pula dengan cabai hijau juga turun dari Rp13.000 per kg menjadi Rp11.000 per kg. Harga daging sapi relatif stabil, berkisar Rp120.000 per kg. Namun, penjual daging sapi di Pasar Beringharjo, Waltiyem mengatakan, harga daging sapi biasanya merangkak pada H-3 Lebaran dan akan stabil naik hingga H+7 Lebaran. Sedangkan harga daging ayam saat ini berkisar Rp31.000 per kg.

Sementara itu, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) DIY segera mendatangkan lima ton bawang putih untuk mengatasi kelangkaan menjelang Lebaran. Pengarah TPID DI Yogyakarta, Gatot Saptadi mengatakan, kelangkaan bawang putih ini sebenarnya terjadi merata di seluruh daerah di Indonesia. Pemda DIY akan melakukan, penambahan stok dari luar daerah.

Berdasarkan pantauan TPID DIY, di dua pasar besar rujukan yaitu pasar Beringharjo dan Kranggan, ketersediaan bawang putih sejak awal Ramadan hingga sekarang terus merosot. Dia membenarkan jika pasokan bawang ke pasar tradisional terus menurun. Gatot mengaku sudah meminta kepada Badan Urusan Logistik (Bulog) Drive DIY untuk menambah kuota bawang putih dari Surabaya sebanyak 5 ton.

“Semoga saat bawang putih datang minggu depan, stok selama sepuluh hari terpenuhi,” katanya dalam keterangan pers di Kepatihan Yogyakarta, kemarin.

Kepala Bulog Divre DIY, Miftahul Ulum mengatakan dalam waktu dekat akan melakukan operasi pasar untuk menekan harga bawang putih. Bulog Divre sudah menyiapkan enam ton bawang putih jenis sincau siap jual.

“Kemarin sore sudah datang pasokan bawang putih sincau lima ton dari Surabaya. Total di gudang kami sekarang ada enam ton,” ujarnya. Operasi pasar bawang putih ini diharapkan bisa menekan harga bawang putih yang semakin meroket. Dalam operasi pasar nanti, bawang putih sincau ini akan dijual seharga Rp30.000 per kg untuk konsumen dan penjual seharga Rp28.000 per kg.

“Harapannya ibu-ibu juga beralih ke bawah putih jenis sincau, sehingga bisa menurunkan harga bawang putih jenis kating,” ucapnya. Miftahul memastikan, dari segi kualitas dan aroma, bawang putih jenis sincau tak kalah bagus dibandingkan kating.” Orang tertarik beli kating karena terlihat bagus, enggak bongkolan seperti sincau. Tapi kalau dari segi rasa, sama saja enaknya,” ungkapnya.

Dalam operasi pasar bawang putih nanti, Bulog akan menggandeng Disperindag, Dinas Pertanian serta lembaga lainnya. Komoditas lain yang akan dilakukan operasi pasar antara lain minyak goreng, gula, beras, dan telur.

Sementara itu Kasie Pengadaan dan Penyaluran Disperindag DIY Guntur Wahyu Anggor mengatakan, Disperindag akan melakukan operasi pasar di tiga pasar pekan depan. Operasi pasar akan diadakan di Pasar Beringharjo, Pasar Kranggan, dan Pasar Demangan.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini