Image

Menteri Susi: Untuk Apa Saya Bohongi Publik, Buat Terkenal?

Feby Novalius, Jurnalis · Senin 19 Juni 2017, 16:06 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 06 19 320 1719936 menteri-susi-untuk-apa-saya-bohongi-publik-buat-terkenal-9YLwaxEJjA.jpg Ilustrasi:

JAKARTA - Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Susi Pudjiastuti mengklaim telah memperbaiki sejumlah subsektor di KKP seperti budi daya perikanan, perikanan tangkap, dan lainnya. Semua ini telah diperbaiki di dalam masa kepemimpinan dalam dua tahun terakhir.

Namun, perbaikan kinerja subsektor di KKP tersebut nyatanya dijegal oleh mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Rokhmin Dahuri yang menilai Susi melakukan kebohongan publik. Rokhmin dalam pernyataan di salah satu media menyebut, melalui kebijakannya, Susi mengklaim potensi ikan dari 6,5 juta ton melonjak ke 12,5 juta ton. Ini yang disebut kebohongan publik.

"Untuk apa saya melakukan kebohongan publik, untuk terkenal? Memang kalau saya terkenal saya dibayar? Tidak kan. Kalau populer karena ini, memang ada penilaian Presiden yang membuat gaji saya naik. Ini kejam, ini tuduhan zalim," ujarnya di Gedung Mina Bahari IV KKP, Jakarta, Senin (19/6/2017).

Menurut Susi, lebih banyak urusan yang lebih penting ketimbang membohongi publik terkait dengan data. Pasalnya, apa yang telah disampaikan kepada publik jelas memiliki dasar hasil survei yang benar.

"Saya lagi pusing urusan banyak, bukan urusan sedikit, ditambah-tambahin lagi kebohongan publik," ujarnya.

Berikut ini cara KKP mendapatkan besaran jumlah potensi sumber daya ikan di Indonesia:

- KKP melakukan kerja sama dengan pihak yang memiliki kapasitas dan otoritas. Dengan metode koleksi data serta proses analisis berdasarkan sains dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah hasilnya.

- KKP melakukan pendekatan subver menggunakan kapal riset, ada beserver di kapal pengkapalan pencacahan data di basis pendaftaran ikan, data satelit, dan data hydroakustik. Hasilnya direkomendasikan ke Menteri KKP terkait jumlah stoknya.

- Untuk meng-update stok sumber daya ikan yang mengalami upaya penangkapan melampaui upaya dibolehkan (overfishing) atau ukuran stok mengecil (overfished) dan bagaimana menjamin laju penangkapan yang berkelanjutan. Pada 2016, KKP telah melakukan estimasi parameter, aplikasi model kajian, analisis kapasitas penangkapan, dan analisis risiko efek penangkapan.

- Kemudian thematic mapping derngan melibatkan pakar dan perguruan tinggi, Komisi Nasional Pengkajian Stok Ikan, Lembaga Pengetahuan Indonesia, dan peneliti KKP.

- KKP juga melakukan pencacahan data dilaksanakan di basis pendaratan ikan enumerator, terdiri dari data jenis dan struktur sumber daya ikan, struktur armada, catch per unit effort, durasi waktu per trip armada penangkapan ikan, sistem penangkapan.

- KKP juga menempatkan observer di kapal penangkapan yang mendata produktivitas, jenis ukuran, dan komposisi hasil tangkapan, sebaran geografis area penangkapan, sistem penangkapan. Dengan demikian, kajian ini dapat dipertanggungjawabkan.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini