Image

Jelang Lebaran, Konsumsi Daging Beku Meningkat

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis · Senin 19 Juni 2017, 16:47 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 06 19 320 1719989 jelang-lebaran-konsumsi-daging-beku-meningkat-P0IZuqjQa1.jpg Ilustrasi: (Foto: Antara)

JAKARTA – Jelang Lebaran, konsumsi daging beku meningkat signifikan hingga 35%. Apalagi pemerintah menetapkan harga daging beku sebesar Rp80.000 per kilogram (kg).

Hal ini tidak terlepas dari masih mahalnya daging sapi segar yang masih di level Rp120.000 hingga Rp150.000 per kilogram (kg).

“Daging sapi merupakan komoditas pangan yang sangat dibutuhkan masyarakat, khususnya menjelang Idul Fitri. Konsumsi daging beku yang halal sangat efektif karena terjamin kualitasnya,” kata Direktur Pemasaran PT Estika Tata Tiara Wiryo Subagyo dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Senin (19/6/2017).

Mengutip data Kementerian Perdagangan, Wiryo mengatakan, kebutuhan daging nasional selama bulan puasa berkisar 47 ribu hingga 50 ton per bulan.

Pihaknya juga menyambut positif langkah-langkah konkret pemerintah yang mendorong kalangan dunia usaha menjual daging sapi beku yang sehat dan halal untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama bulan puasa hingga menjelang Idul Fitri tahun 2017.

“Daging beku yang baru tiba segera didistribusikan ke pasaran untuk menjaga stok daging nasional dan harga tetap stabil,” katanya.

Wiryo mengatakan, penjualan daging sapi beku di arena Car Free Day, menjadi salah satu terobosan yang ditempuh Kibif untuk mengakhiri polemik tentang tingginya harga daging di pasaran.

“Program penjualan di arena Car Free Day sangat tepat sasaran, masyarakat bebas memilih varian daging yang diinginkan. Masyarakat juga mendapatkan manfaat nyata dan membeli daging sapi dengan harga sangat terjangkau. Ada yang sekali membeli hingga 5 kg,” kata Wiryo.

Estika Tata Tiara sebagai distributor daging olahan berlabel Kibif dan sebagai industri pengolahan daging, kata Wiryo, berkomitmen untuk memenuhi kebutuhan masyarakat baik selama maupun sesudah bulan puasa, khususnya terkait hari-hari besar keagamaan nasional seperti Idul Adha.

Pada beberapa hari lalu, Kibif mendatangkan daging beku dari Australia untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga Idul Fitri mendatang.

Sementara itu, Ketua Komite Daging Sapi Jakarta Raya, Sarman Simanjorang mengapresiasi kebijakan pemerintah menambah stok daging sapi impor menjelang Idul Fitri.

“Pemerintah bertindak cepat dengan melibatkan kalangan dunia usaha, sehingga stabilitas harga dan pasokan daging terjaga. Potensi kenaikan harga harus ditekan,” kata Sarman.

Menurut Sarman, selama bulan Ramadan, permintaan daging sapi di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) berpotensi naik menjadi 165 ton per hari atau setara 700 ekor sapi.

Pembelian, lanjutnya, akan naik signifikan. Masyarakat yang biasanya membeli daging 1 kg akan naik menjadi 4-5 kg untuk memenuhi kebutuhan selama Idul Fitri.

Data prognosa Kementerian Pertanian menyatakan, ketersediaan sapi lokal siap potong hingga Juni 2017 sebanyak 356.620 ekor atau setara 62.400 ton daging.

“Kami mengajak masyarakat membeli daging impor dengan harga yang telah ditetapkan pemerintah. Kualitas daging impor dan fresh sama, tidak ada bedanya. Selama bulan Ramadan, kebutuhan daging sapi di Jakarta sangat tinggi," tukasnya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini