Image

Alasan KKP Keukeuh Larang Cantrang untuk Tangkap Ikan

Feby Novalius, Jurnalis · Senin 19 Juni 2017, 16:48 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 06 19 320 1719994 alasan-kkp-keukeuh-larang-cantrang-untuk-tangkap-ikan-bVOfYcScbX.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersikeras untuk melarang penangkapan ikan menggunakan operasi cantrang. Alasannya sangat kuat, karena operasi cantrang merusak lingkungan.

Pada beberapa penelitian, di antaranya di Perairan Brondong yang dilakukan oleh lPB pada 2009 dan di Tegal oleh UNDIP pada 2008. Kasus dari operasi cantrang mencapai 49% di Brondong dan 54% di Tegal. Hasil dari penelitian tersebut adalah pengoperasian cantrang sangat memberi tekanan terhadap sumber daya dan lingkungan, dan jumlah upaya tangkap yang ada nyaris sudah tidak terkendali.

Kepala Badan Riset dan SDM Kelautan dan Perikanan M Zulficar Mochtar mengatakan, operasi cantrang memang tidak memenuhi kriteria teknologi penangkapan ikan ramah lingkungan. Di mana mensyaratkan memiliki selektivitas tinggi, hasil tangkapan sampingan (by-catch) rendah.

Selain itu, hasil tangkapan berkualitas tinggi, tidak merusak habitat dan lingkungan, destruktin, mempertahankan keanekaragaman hayati, tidak menangkap spesies yang dilindungi, dan terancam punah. Kemudian, pengoperasian alat penangkapan ikan tidak membahayakan keselamatan, tidak melakukan penangkapan di daerah terlarang, dan dapat diterima secara sosial.

"Fakta yang terjadi pada pengoperasian cantrang sama seperti halnya trawl yang sudah diputuskan dihapus dalam pelaksanaannya sesuai dengan peraturan Menteri Pertanian di 1980 yang tentang Batas Wilayah Larangan Jaringan Trawl," tuturnya di Gedung Mina Bahari IV KKP, Jakarta, Senin (19/6/2017).

Jika melihat dampak pengoperasian cantrang, Zulfikar mengatakan, jaring akan mengerucut jika kapal digerakkan untuk menahan jaring. Dengan rata-rata kedalaman laut Jawa 60 sampai dengan 100 meter, maka jaring mulai terangkat jika sisa tali mendekati 2 kali kedalaman, sekira 200 meter. Pada kapal yang menggunakan jaring lebih dari 3.000 m, maka akan terjadi swap area sepanjang 1.300 meter.

"Banyak ikan kecil yang akan kena sehingga tidak sustainable," tuturnya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini