Image

Tim Khusus Dibentuk Awasi Penjualan Daging Jelang Lebaran

Mulyana, Jurnalis · Senin 19 Juni 2017, 18:08 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 06 19 320 1720061 tim-khusus-dibentuk-awasi-penjualan-daging-jelang-lebaran-Xf62yvd8lO.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

PURWAKARTA - Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, menyebar petugas pengawas ke sejumlah rumah pemotongan hewan. Hal tersebut dilakukan guna mengantisipasi adanya penjualan daging sapi gelonggongan serta memastikan hewan yang akan dipotong para pedagang tidak terinfeksi penyakit berbahaya.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Purwakarta Ita Sri Wuryasturati mengatakan, pihaknya telah membentuk tim untuk melakukan pengawasan daging sejak awal puasa kemarin. Petugas ini akan terus mengintensifkan monitoring ‎ke sejumlah rumah pemotongan hewan maupun ke pasar-pasar.

"Kita sudah antisipasi sejak dini. Seperti biasanya, kita secara rutin memang ada pengawas. Tapi, khusus untuk Idul Fitri ini frekuensi pengawasannya meningkat," ujar Ita saat dihubungi, Senin (19/6/2016).

Dia menjelaskan, petugas yang disebar ini berjumlah 20 orang.‎ Mereka bertugas mengawasi setiap pemotongan hewan. Termasuk rumah potong untuk sapi dan ‎ayam. Selain itu, pihaknya pun memantau peredaran daging yang dijual, termasuk memeriksa sarana prasaran yang digunakan.

"Petugas kami pun disebar ke sejumlah kecamatan.‎ Jadi, kita intensifkan monitoring pelaksanaan pemotongan, baik itu di rumah pemotongan hewan atau ada di luar rumah pemotongan hewan," jelas dia.

Dia mengatakan, pengawasan ini akan terus dilakukan, meskipun belum ditemukan kasus daging gelonggongan di wilayahnya. Apalagi, lanjut dia, menjelang Lebaran nanti permintaan akan daging pasti meningkat. Karenanya, biasanya momen seperti itu dimanfaatkan oleh oknum tak bertanggung jawab.

"Makanya, kewaspadaan perlu ditingkatkan," ujar dia menambahkan.

Terkait dengan harga daging sapi, Sri menambahkan, hasil monitoring jajarannya, di pekan terakhir Lebaran ini harganya masih di kisaran Rp110.000 per kilogram. Pihaknya tak bisa memastikan, apakah harga daging ini akan turun atau malah naik dari harga sebelumnya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini