Image

Illegal Fishing Serang 2 Wilayah Pengelolaan Perikanan Indonesia

Feby Novalius, Jurnalis · Senin 19 Juni 2017, 19:00 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 06 19 320 1720152 illegal-fishing-serang-2-wilayah-pengelolaan-perikanan-indonesia-5Qo9xJslYH.jpg Ilustrasi perikanan. (Foto: ANT)

JAKARTA - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KPP) mencatat ada dua dari 11 wilayah pengelolaan perikanan Republik Indonesia (WPP-RI) yang mengalami penurunan pengelolaan perikanan. Kedua wilayah tersebut berada di wilayah Selat Malaka dan Selat Karimata.

Direktur Jenderal Perikanan Tangkap KKP Sjarie Widjaja mengatakan, praktik illegal fishing memang masih marak di perairan Indonesia. Dari 11 WPP, ada dua yang mengalami penurunan produksi dengan dugaan karena illegal fishing.

Berdasarkan data KKP, kedua wilayah tersebut berada di wilayah 571 atau wilayah Selat Malaka dan Laut Andaman serta di wilayah 711 atau di wilayah Selat Karimata, Laut Natuna, dan Laut China Selatan.

"Kedua area ini mengalami penurunan. Kita sedang awasi karena di area ini masih banyak kapal asing perbatasan mau masuk," tuturnya, di Gedung Mina Bahari IV KKP, Jakarta, Senin (19/6/2017).

Berikut daftar WPP dengan potensi ikannya :

1. Wilayah Selat Malaka dan Laut Andaman (571), potensi ikan turun 58.970 ton.

2. Wilayah Samudera Hindia sebelah Barat Sumatera dan Selatan Sunda (572), potensi ikan mencapai 12.374 ton.

3. Wilayah Samudera Hindia Selatan Jawa hingga Laut Timor bagian barat (573), potensi ikan mencapai 338.210 ton.

4. Selat Karimata, Laut Natuna dan Laut China Selatan (711), potensi ikan turun 376.215 ton.

5. Laut Jawa (712), potensi ikan 359.952 ton.

6. Selat Jawa, Teluk Bone, Laut Flores, dan Laut Bali (713), potensi ikan 151.258 ton.

7. Teluk Tolo dan Laut Banda (714), potensi ikan 357.870 ton.

8. Teluk Tomini, Laut Maluku hingga Teluk Berau (715), potensi ikan 610.823 ton.

9. Laut Sulawesi dan sebelah Utara Pulau Halmahera (716), potensi ikan 118.374 ton

10. Teluk Cedrawasih dan Samudera Pasifik (717), Laut Aru, Laut Arafuru dan Laut Bagian Timur, potensi ikan 451.007 ton

11. Turun Selat Malaka, Selat Karimata (718), potensi ikan 644.835 ton.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini