Image

Sederhanakan Sistem Pajak, Modernisasi Teknologi Harus Dilakukan

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis · Selasa 20 Juni 2017, 19:40 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 06 20 20 1721150 sederhanakan-sistem-pajak-modernisasi-teknologi-harus-dilakukan-qLDltRIDIb.jpg Ilustrasi: Shutterstock

JAKARTA - ‎Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta, agar dilakukannya modernisasi teknologi di bidang perpajakan guna menyederhanakan sistem perpajakan di Indonesia.

"‎Saya minta agar kita tidak terjebak hanya membicarakan isu teknologi semata tapi juga bisa membangun sebuah sistem data perpajakan yang lebih handal, yang lebih terintegrasi dan sederhana," kata Jokowi saat membuka rapat terbatas (Ratas) Modernisasi Teknologi Informasi Perpajakan di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Selasa (20/6/2017).

Jokowi menginginkan, teknologi perpajakan memudahkan bagi para pembayar pajak untuk menunaikan kewajibannya. Selain itu, sistem perpajakan tersebut juga harus menjamin keamanan bagi para pembayar pajak.

"Saya yakin modernisasi teknologi informasi perpajakan akan menjadi salah satu pilar penting dalam reformasi perpajakan yang sedang kita gulirkan," jelasnya.

Menurut Jokowi, program amnesti pajak telah memberikan pondasi yang kokoh dengan memperbaiki basis data wajib pajak. Sebab itu, Kementerian Keuangan perlu menyiapkan pengelolaan data wajib pajak yang akurat serta terintegrasi secara menyeluruh.

"Sehingga sistem perpajakan, sistem kependudukan, sistem keuangan maupun sistem yang lain yang relevan bisa terintegrasi dengan baik," terangnya.

Jokowi mengatakan, ‎penyiapan sistem data informasi yang lebih handal sangat mendesak. Pasalnya, Indonesia telah memiliki komitmen untuk bergabung dengan 139 negara lain di dunia dalam rangka kerja sama pertukaran informasi.

"Secara otomatis, dan saat ini sudah sebanyak 90 negara menandatangani multilateral competent authority agreement dan saya tekankan Indonesia juga punya komitmen yang tegas soal ini dengan terbitnya Perpu No 1 tahun 2017 tentang Akses Informasi Keuangan Untuk Kepentingan Perpajakan," terang Jokowi.

Ia menambahkan, modernisasi perpajakan harus membangun sistem data informasi perpajakan yang lebih komprehensif. ‎Hal itu lantaran modernisasi sistem teknologi informasi perpajakan sangat bermanfaat bagi upaya peningkatan tax ratio. "Serta mendorong kepatuhan pajak secara sukarela dan mencegah penghindaran dan penggelapan pajak," pungkas Jokowi.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini