Image

BEI Bakal Kedatangan 5 Emiten Baru Minggu Ini

Agregasi Selasa 20 Juni 2017, 15:55 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 06 20 278 1720826 bei-bakal-kedatangan-5-emiten-baru-minggu-ini-VpDWRr8ROc.jpg BEI. (Foto: Okezone)

JAKARTA –Perlahan tapi pasti, jumlah perusahaan yang listing di pasar modal mulai ramai seiring dengan peringkat investment grade yang diraih Indonesia. Hal inilah yang menjadi keyakinan bila PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bila target emiten baru yang listing atau IPO akan mencapai target.

Pasalnya, pihak BEI akan ada lima perusahaan lagi yang mencatatkan sahamnya di pasar modal Indonesia. Hal ini akan terjadi menjelang libur Lebaran tahun ini.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Samsul Hidayat, menyatakan bahwa dari lima perusahaan, 4 perusahaan akan listing pada Rabu 21 Juni 2017 dan sisanya satu perusahaan pada Kamis 22 Juni 2017. "Mereka sudah ada deadline-nya, 4 hari Rabu, Kamis ada 1," ujar Samsul di Jakarta.

Sayangnya, Samsul enggan menyebutkan lima lagi nama calon emiten yang resmi listing di minggu ini. ‎Dengan bertambahnya enam emiten baru pada pekan ini, maka ada 17 emiten baru yang tercatat resmi di BEI hingga akhir Juni 2017. "Ini Senin 12, besok 4 tambah 1 emiten. 17 sebelum Lebaran," ucapnya.

Berdasarkan daftar bursa, Samsul mengaku, sudah ada 24 perusahaan yang berniat IPO. Makanya, dia yakin target bursa sebanyak 35 emiten bisa tercapai di tahun ini. "Harusnya ada 24, berarti ada 7 lagi. Tinggal 10 lagi, kalau kita perkirakan 2017 ada 35 emiten tinggal 10. Harusnya buku Juni, insya Allah kalau 5 saja Alhamdulilah itu 30 kan. Mendekatilah, mendekati benar," jelasnya.

Sebelumnya, Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Tito Sulistio mengakui, pihaknya dipanggil Presiden Jokowi ke istana negara untuk mengetahui dan mendengar perkembangan terkini pasar modal Indonesia.

Dia mengatakan, dalam pertemuan denga Jokowi, presiden hanya ingin tahu bagaimana kondisi pasar modal setelah lembaga rating dunia S&P menaikan rating Indonesia menjadi layak investasi.”Pak Jokowi tanya pasar modal ya saya jawab. Rating naik terus bagaimana," tuturnya.

Meski pertemuan tersebut hanya ajang pelaporan, namun secara tersirat Jokowi meminta Tito bekerja lebih keras untuk menambah lebih banyak jumlah emiten di pasar modal. Sebab semakin banyak produk maka semakin besar industri pasar modal. ”Pada dasarnya disuruh kerja lebih keras supaya buat produk lebih banyak. Supaya dana asing bisa lebih banyak masuk," imbuhnya.

Tito mengatakan, memang jumlah emiten menentukan sejumlah indeks seperti MSCI memperbanyak bobot saham-saham Indonesia di dalamnya. MSCI sendiri merupakan indeks global yang menjadi acuan seluruh investor saham menempatkan portofolionya di seluruh dunia.”Kan kalau produk banyak bobot MSCI (Indonesia) bisa naik. Bobot MSCI hanya bisa naik kalau produk lebih banyak dan pasar lebih besar," tuturnya.

Tito mengatakan, indek MSCI memang sangat penting bagi Indonesia. Apa lagi ada sekira USD11.000 triliun dana investasi yang mengikuti indeks MSCI. Sebelumnya Petahana Dewan Komisioner OJK bidang Pasar Modal, Nurhaida pernah bilang, dirinya menargetkan penambahan sebanyak 180 emiten di Bursa Efek Indonesia.”Dalam rangka pendalaman pasar perlu adanya tambahan 180 emiten baru hingga 2022," tandas Nurhaida.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini