Image

Momen Mudik Bisa Jadi Peluang Genjot Ekonomi Daerah

Koran SINDO, Jurnalis · Selasa 20 Juni 2017, 13:46 WIB
https img o okeinfo net content 2017 06 20 320 1720645 momen mudik bisa jadi peluang genjot ekonomi daerah B8Q52Fae2m jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

SEMARANG – Pemerintah daerah maupun pelaku ekonomi di Jawa Tengah (Jateng) diminta memaksimalkan potensi ekonomi selama mudik Lebaran 2017.


Diprediksi, pemudik yang akan masuk ke provinsi ini berjumlah sekira 8,14 juta jiwa. Wakil Ketua Komisi D DPRD Jateng Hadi Santoso mengatakan, selain sisi spiritual dan sosiologis, mudik juga berdampak besar pada pertumbuhan ekonomi daerah. Kebutuhan uang baik tunai maupun nontunai, selama mudik meningkat.

Mengutip data dari Bank Indonesia (BI), peredaran uang tunai saat Ramadan 2017 diprediksi melonjak hingga 14%. Karena itu, bank sentral ini menyiapkan tambahan Rp167 triliun untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan selama Ramadan, termasuk Lebaran. Selain itu, riset Indonesia Development and Islamic Studies (IDEAS) menyebutkan total pengeluaran yang dikeluarkan pemudik selama arus mudik dan arus balik tahun lalu sebesar Rp124,4 triliun.

Peredaran uang itu diperkirakan melonjak seiring jumlah pemudik juga meningkat. “Tentu angka ratusan triliun yang berputar selama musim mudik bisa dijadikan stimulan untuk mendongkrak aktivitas perekonomian nasional dan daerah,” kata Hadi. Perputaran uang yang terjadi saat mudik juga dapat menciptakan aliran aktivitas ekonomi dari kota besar, khususnya dari Jabodetabek menuju perdesaan.

Hal ini bisa dijadikan stimulus aktivitas produktif masyarakat dan pertumbuhan ekonomi daerah. “Tradisi mudik juga memberikan dampak positif pada keberadaan infrastruktur. Kita ketahui bersama bahwa setiap tahunnya dalam rangka menyambut tradisi mudik ini pemerintah senantiasa melakukan perbaikan infrastruktur mulai dari perbaikan jalan sampai perbaikan tempat-tempat wisata,” ujarnya.

Dari manfaat tersebut, dia berharap pemerintah daerah harusnya bisa menangkap peluang dan perlu menjadikan mudik dan Lebaran sebagai momentum dalam menggerakkan ekonomi dan membuat berbagai terobosan. Dia menyarankan harus ada langkah yang lebih strategis untuk menciptakan geliat ekonomi yang konsisten dengan menjadikan musim mudik sebagai stimulan.

Perbaikan sarana infrastruktur harus berdimensi jangka panjang sehingga aktivitas ekonomi pascamudik bisa memanfaatkan pembangunan infrastruktur yang digenjot rutin tiap tahun. Begitu juga dengan sektor pariwisata, Hadi mengatakan bahwa selayaknya dalam mempersiapkan pelayanan kepada para wisatawan, pemerintah daerah harus meningkatkan pelayanan daerah masing-masing.

Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Jateng Urip Sihabudin mengatakan, untuk menyambut pemudik yang masuk Jateng, pihaknya sudah meminta kepada pemerintah kabupaten/kota melakukan penataan objek wisata di daerahnya masing-masing.

Pasalnya, tingkat kunjungan objek wisata pada momentum tersebut diperkirakan mengalami peningkatan. Di Jawa Tengah, ada 551 lokasi objek wisata meliputi wisata buatan, alam, dan budaya. Objek wisata itu siap menyambut pengunjung pada libur Lebaran nanti.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini