Image

Awas! Mi Korea Mengandung Babi Masih Beredar

Koran SINDO, Jurnalis · Selasa 20 Juni 2017, 13:58 WIB
https img k okeinfo net content 2017 06 20 320 1720665 awas mi korea mengandung babi masih beredar X8E80MdT6R jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

BANDUNG – Empat merek mi Korea yang disinyalir mengandung babi diduga masih beredar luas di pasaran. BPOM meminta distributor segera menarik produk tersebut agar tidak merugikan masyarakat.

Kepala BPOM Bandung Abdul Rohim mengatakan, pihaknya sudah menerima instruksi agar empat produk mi instan Korea yang positif mengandung fragmen DNA spesifik babi segera ditarik dari pasaran. “Sejak kemarin kami sudah mulai mensosialisasikan larangan itu,” kata dia. Dia menambahkan, per hari ini, pihaknya juga masih menemukan mi tersebut dijual bebas, meski telah ada larangan resmi dari BPOM. Untuk itu secara bertahap BPOM telah melakukan penyitaan.

“Ada beberapa yang kami tarik. Untuk total jumlah item sedang kami hitung,” ucapnya. Terkait sanksi kepada pihak importir, lanjut dia, masih dalam pembahasan. Tetapi karena tidak memberi label kandungan mengandung babi, bisa dikenai sanksinya pencabutan izin edar. “Kepada pihak supermarket yang menerima produk itu kami imbau untuk tidak menjualnya,” tegas Abdul. Sementara itu, Wakil Bupati Bandung Gun Gun Gunawan telah menginstruksikan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) mengawasi peredaran mi Korea di wilayahnya.

“Apakah beredar juga di sini (Kabupaten Bandung) atau tidak sedang kami telusuri,” ujar dia kemarin. Gun Gun mengaku, setelah menerima informasi terkait liris BPOM dan langsung berkoordinasi dengan instansi terkait. Hal itu agar empat mi mengandung babi itu tidak meresahkan masyarakat. “Bila memang ditemukan tentu harus segera ditarik dari pasaran,” ungkapnya. Sementara itu, Komisi IX DPR RI tengah melakukan investigasi terkait peredaran empat produk mi instan asal Korea yang mengandung babi. Hal tersebut untuk memastikan ada tidaknya kelalaian yang dilakukan oleh pihak importir dan distributor. Ketua Komisi IX DPR RI Dede Yusuf Macan Effendi mengatakan, bila hasil penelusuran ditemukan pelanggaran, BPOM harus segera memberi sanksi.

“Saya sudah rapat dengan BPOM jika terbukti harus ada teguran ke distributor,” ujar Dede di Baleendah kemarin. Berdasarkan laporan sementara, lanjut dia, produk mi instan itu diketahui tidak mencantumkan label. Padahal dari hasil pemeriksaan mengandung babi. “Tapi bukan secara diam-diam (kandungan babi) itu dimasukkan. Apa ini disengaja atau tidak sedang ditelusuri,” ungkapnya. Dede menambahkan, seandainya BPOM mendeteksi terjadi pelanggaran, pemberian sanksi berupa pencabutan izin dalam jangka waktu tertentu bisa diberikan. “Jangan sampai kasus ini jadi preseden buruk dan perusahaan lain melakukan hal yang sama. Makanya harus tegas,” ucap dia.

Lebih lanjut, kata Dede, komisinya telah menerima informasi produk mi Korea itu sudah beredar di Indonesia. Namun hanya di beberapa supermarket khusus. “Kemungkinan di kota-kota besar saja. Masyarakat yang tidak tahu tidak salah, perusahaanlah yang salah,” ujarnya. Seperti diketahui, BPOM merilis adanya empat produk mi instan dari Korea yang positif mengandung fragmen DNA spesifik babi. Namun, dalam produk yang telah beredar di pasaran itu, tidak mencantumkan peringatan maupun label mengandung babi sesuai ketentuan.

Keempat mi instan yang diimpor oleh PT Koin Bumi itu yaitu mi instan U-Dong dengan nama dagang Samyang, mi instan Shin Ramyun Black dengan nama dagang Nongshim, mi instan Rasa Kimchi dengan nama dagang Samyang, dan mi instan Yeul Ramen dengan nama dagang Ottogi.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini