Image

Bea Masuk Dihapus, Pengusaha: Kita Butuh Kepastian Pembangunan Kapal

ant, Jurnalis · Selasa 20 Juni 2017, 14:38 WIB
https img okeinfo net content 2017 06 20 320 1720723 bea masuk dihapus pengusaha kita butuh kepastian pembangunan kapal LZj3I73JoM jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

JAKARTA - Ikatan Perusahaan Industri Kapal dan Lepas Pantai Indonesia meminta kepastian program pembangunan kapal yang berkesinambungan guna menciptakan pertumbuhan industri galangan kapal serta mendukung program kemaritiman di Indonesia.

Ketua Umum Iperindo Eddy Kurniawan Logam mengatakan, saat ini pihaknya mengapresiasi langkah pemerintah terkait penghapusan bea masuk komponen kapal, namun apabila hal itu tidak didukung dengan program pembangunan kapal yang konsisten, maka tidak akan tercipta efisiensi.

"Kepastian pembangunan kapal pemerintah harus ada, sehingga galangan bisa mencapai titik efisiensi dan bankable," katanya saat ditemui di Jakarta, Selasa (20/6/2017).

Pasalnya, dia menjelaskan, pembebasan bea masuk komponen kapal bisa berimplikasi kepada harga pembangunan kapal atau reparasi di galangan lokal yang lebih efisien, sehingga devisa ke luar negeri bisa berkurang.

"Kalau bea dibebaskan tapi enggak ada kerjaan, industri galangan kapal enggak tumbuh, kita nantinya cuma bisa jadi market (pasar), menampung kapal-kapal bekas dari luar negeri," katanya.

Eddy mengatakan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) pada 2014 menyusun program untuk pembangunan kapal perintis, kapal navigasi, namun dibatalkan.

Sementara itu, lanjut dia, hal yang sama juga terjadi di Kementerian Perhubungan yang mengadakan tender pembangunan 150 kapal pada 2015, namun hal itu tidak berlanjut hingga 2017.

"Negara maritim ini butuh industri maritim yang kuat," katanya.

Dibandingkan dengan negara-negara lain di Asia Pasifik seperti China, Jepang, dan Korea, Indonesia masih dikatakan lebih baik karena kebutuhan kapal dalam negeri masih tinggi.

"Kebutuhan kapal di seluruh dunia itu menurun secara drastis, mereka struggling (berjuang), kita masih punya posisi secara lokal dan Iperindo bisa memenuhi kebutuhan dalam negeri," katanya.

Saat ini, menurut dia, pembangunan kapal diserahkan kepada swasta yang tidak menjamin membangun dan mengandalkan industri dalam negeri.

Karena itu, Ia mengharapkan pemerintah untuk membuat peta jalan atau road map yang konsisten untuk galangan bisa bertumbuh secara sehat.

Menurut Eddy, apabila galangan bertumbuh dengan baik, maka bisa dipastikan industri komponen juga akan bertumbuh.

"Sehingga kita bisa menaikkan 'local content' dan menciptakan lapangan pekerjaan," katanya.

Selain itu, Ia meyakini selain mencukupi kebutuhan dalam negeri, pada lima tahun ke depan, Indonesia bahkan bisa menjadi basis produksi kapal untuk daerah Asia Pasifik.

"Suatu hari nanti mungkin lima atau 10 tahun dari sekarang kita bisa menjadi basis produksi Asia Pasifik," katanya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini