Image

Himbara Buka Kemungkinan JPN Layani Bank Non-BUMN

ant, Jurnalis · Selasa 20 Juni 2017, 16:25 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 06 20 320 1720862 himbara-buka-kemungkinan-jpn-layani-bank-non-bumn-JqVls9QnB5.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

JAKARTA - Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) membuka kemungkinan perusahaan switching PT Jalin Pembayaran Nusantara (JPN) ke depannya dapat melayani bank-bank lain di luar bank BUMN.

"Untuk kerja sama dengan bank lain, PT Jalin bisa saja bekerja sama misalnya dengan BPD (Bank Pembangunan Daerah), itu dimungkinkan. Akan tetapi, saat ini dia konsentrasi dahulu ke Himbara," kata Ketua Himbara Maryono saat jumpa pers di Kantor Pusat Bank Mandiri, Jakarta, Selasa (20/6/2017).

Perseroan Terbatas (PT) JPN merupakan perusahaan prinsipal pengelola ATM/debit bank BUMN yang dibentuk empat bank BUMN melalui kerja sama dengan PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) Tbk.

Setelah berdiri, JPN akan berada di bawah induk usaha (holding) BUMN perbankan yang dipimpin PT Danareksa. Adapun holding BUMN tersebut beranggotakan empat bank BUMN, serta PT Pegadaian dan PT Permodalan Nasional Madani.

Pembentukkan perusahaan switching BUMN itu sendiri bertujuan meningkatkan efisiensi perbankan BUMN dalam menjalankan sistem pembayaran, terutama di mesin ATM dan mesin perekam data elektronik (electronic data capture/EDC).

Selain efisiensi biaya dana karena tidak lagi menggunakan perusahaan switching rekanan, masing-masing perbankan BUMN juga dapat menekan biaya operasional karena ATM bank BUMN akan terintegrasi satu sama lain bernama ATM Himbara (Himpunan Bank-Bank Negara).

Selanjutnya, efisiensi dana akan menyebabkan penurunan biaya transaksi, seperti tarik tunai dan transfer di ATM Himbara untuk nasabah.

Ia menjelaskan bahwa PT JPN sendiri baru saja mendapatkan izin prinsipal kartu debit dari Bank Indonesia sehingga kini perusahaan tersebut dapat beroperasi secara penuh, seperti tiga perusahaan switching lainnya, yaitu PT Artajasa Pembayaran Elektronis (ATM Bersama), PT Rintis Sejahtera (PRIMA), dan PT Daya Network Lestari (Alto).

"Dengan adanya izin yang dikeluarkan oleh BI, PT Jalin kini sudah jadi perusahaan switching, bukan hanya ATM, melainkan juga EDC. Ini juga sebagai embrio untuk masuk ke NPG (National Payment Gateaway)," kata Maryono.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini