Image

Jelang Lebaran, Pengguna Gas Alam Cenderung Menurun

Giri Hartomo, Jurnalis · Selasa 20 Juni 2017, 19:06 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 06 20 320 1721052 jelang-lebaran-pengguna-gas-alam-cenderung-menurun-IWkh3AZdzq.jpg Ilustrasi Pipa Gas. (Foto: Okezone)

MEDAN - Menjelang Lebaran  PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGAS) memastikan untuk stok produksi gas pipa alam di Medan aman. Dengan demikian, masyarakat tidak perlu khawatir dengan ketersediaan gas selama Ramadan.

Kepala PGN Regional Wilayah 3 Medan, Heri Yusuf mengatakan baik itu untuk Industri maupun rumah tangga, dirinya memastikan aman. Bahkan, stok gas pipa alam yang dipasok oleh PGN justru mengalami surplus (stok berlebih)

"Untuk masalah keberadaan gas surplus sebenarnya," ujarnya saat ditemui di Kantor PLN Raya Pasir, Medan, Selasa (20/6/2017).

Menurut dia, stok gas pipa alam yang disalurkan tidak terlepas dari usaha yang dilakukan oleh PGN menggenjot produksi gas pipa alam sejak tiga bulan lalu, untuk stok puasa dan lebaran.

"Karena sejak tiga bulan sebelum puasa itu , kita sengaja menggenjot dan menaikan produksinya untuk stok Ramadan dan lebaran," jelasnya

Dia melanjutkan, pengguna gas alam pipa khususnya di rumah tangga cenderung mengalami penurunan, karena tidak banyak masyarakat yang memakai gas pipa alam tersebut. "Biasanya untuk pertengah puasa ini hingga lebaran justru menurun penggunaannya. Karena mereka menyiapkan keperluan khususnya makanan jauh-jauh hari sebelum Lebaran," jelasnya.

Hery melanjutkan, keinginan masyarakat mudik ke kampung halamannya, membuat penggunaan gas pipa alam PGN sedikit menurun. "Masyarakat itu juga banyak yang mau mudik. Pasti penggunaan gas juga akan berkurang," kata Hery

"Untuk penggunaan dalam masak memasak juga pada periode ini masyarakat lebih banyak membeli makanan jadi sehingga penggunaan gas menurun," imbuhnya

Kendati begitu, Hery memastikan stok gas pipa alam untuk disalurkan ke rumah tangga dan industri aman hingga lebaran. Hal itu dikarenakan, PGN menggenjot produksi gas alam sejak tiga bulan lalu untuk memenuhi stok Ramadhan dan lebaran.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini