Revitalisasi Lapangan Banteng Bakal Molor 2 Tahun

Koran SINDO, Jurnalis · Rabu 21 Juni 2017 14:42 WIB
https: img.okezone.com content 2017 06 21 470 1721691 revitalisasi-lapangan-banteng-bakal-molor-2-tahun-FA8N7nrX30.jpg Foto: Panoramio

JAKARTA – Revitalisasi kawasan Lapangan Banteng, Gambir, Jakarta Pusat, tertunda. Proyek yang ditargetkan rampung pada Desember 2017 molor hingga dua tahun mendatang.

Asisten Pembangunan DKI Jakarta Gamal Sinurat mengatakan, pekerjaan fisik antara Pemprov DKI dan perusahaan swasta belum dikerjakan. Proses pembangunan masih menyusun perjanjian, kerjasama, dan perjanjian pemenuhan kewajiban.

Revitalisasi Lapangan Banteng tercetus saat Sumarsono rmenjabat pelaksana tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta. Saat itu Sumarsono yang melakukan peletakan batu pertama optimistis revitalisasi akan selesai pada Desember 2017 dengan dana berasal dari pihak swasta.

Rencananya di kawasan tersebut ditanami rumput sintetis lengkap dengan saluran air pembuangan dan toilet. Menurut Gamal, revitalisasi Lapangan Banteng tidak menggunakan APBD melainkan dana perusahaan melalui corporate social responsibility (CSR) dan dana kompensasi koefisien luas bangunan (KLB).

Pengerjaan revitalisasi menggunakan tiga segmen yakni segmen lapangan yang dikerjakan McDonalds, segmen Monumen Pembebasan Irian Jaya dan segmen taman yang dikerjakan PT Sinarmas Land.

“Untuk segmen monumen menunggu penetapan pengembang yang diberikan kompensasi atas pelampauan KLB,” ujarnya di Balai Kota DKI Jakarta.

Dengan melihat kondisi lapangan yang cukup luas dan beberapa proses lain, dia meyakini pembangunan akan membutuhkan waktu 1-2 tahun. Di kawasan itu juga terdapat benda cagar budaya. Khusus untuk dua segmen yang dikerjakan PT Sinarmas Land, revitalisasi itu setelah adanya pengajuan permohonan penambahan KLB di Jalan Sudirman, Jakarta Pusat.

Terkait penyelenggaraan Asian Games 2018, Pemprov DKI melalui Instruksi Presiden (Inpres) mengenai training venue akan melakukan revitalisasi 10 GOR yang akan digunakan sebagai tempat latihan atlet. Revitalisasi melalui KLB itu menelan biaya sebesar Rp220 miliar.

“Jadi masih dari KLB sama, Sinarmas juga berkewajiban membangun satu tower rusun senilai Rp90 miliar-Rp100 miliar. Sisanya dana untuk revitalisasi 10 GOR,” ujarnya.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga DKI Jakarta Ratiyono menuturkan, 10 GOR itu akan digunakan untuk tempat latihan cabang olahraga seperti bola basket, bola voli, dan softball. Berdasarkan data Dispora DKI, GOR yang akan direvitalisasi antara lain GOR Pulogadung, Cempaka Putih, Sunter, Soemantri Brodjonegoro, Bulungan, Ragunan, serta Senen. Revitalisasi GOR diperkirakan selesai dalam waktu enam bulan.

(rzk)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini