Siap-Siap, Tarif Kereta Bersubsidi Naik per 7 Juli

Koran SINDO, Jurnalis · Kamis 22 Juni 2017 11:52 WIB
https: img.okezone.com content 2017 06 22 320 1722397 siap-siap-tarif-kereta-bersubsidi-naik-per-7-juli-5Kc1q4f6zi.jpg Foto: Koran Sindo

SURABAYA – Pengguna kereta api jarak jauh dan menengah bersubsidi harus bersiap-siap membayar tiket lebih mahal. Perubahan tarif akan diberlakukan mulai 7 Juli 2017 atau sepekan setelah Hari Raya Idul Fitri.

Manajer PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) VIII Surabaya Gatut Sutiyatmoko mengatakan, penyesuaian tarif dilakukan berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 42/2017 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 35/2016 tentang Tarif Angkutan Orang dengan Kereta Api Pelayanan Kelas Ekonomi untuk Melaksanakan Kewajiban Pelayanan Publik (PSO).

“Penyesuaian tarif ini diberlakukan untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat pengguna jasa KA ekonomi bersubsidi. Total terdapat 20 rute perjalanan KA yang mengalami penyesuaian tarif,” katanya.

Sementara itu, khusus untuk kereta api di wilayah Daops 8, ada 10 rute yang mengalami penyesuaian (lihat infografis). Besaran penyesuaian tarif ini variatif. Ada yang kenaikannya hanya Rp4.000, ada pula yang sampai Rp16.000. Untuk Kereta Gaya Baru Selatan tujuan Surabaya Gubeng-Pasar Senen misalnya naik dari Rp104.000 menjadi Rp120.000. Adapun Kereta Pasundan tujuan Surabaya-Kiaracondong menjadi Rp110.000 dari sebelumnya Rp94.000.

“Kenaikan agak tinggi berlaku untuk jarak jauh, sedangkan untuk jarak menengah relatif kecil. Bahkan ada yang hanya Rp1.000. Seperti halnya Kereta Maharani tujuan Surabaya Pasar Turi-Semarang Poncol dari Rp49.000 menjadi Rp50.000,” tuturnya.

Gatut memastikan, penyesuaian tarif tersebut tidak lantas mengubah fasilitas dalam kereta. Pihak PT KAI tetap akan memberikan pelayanan maksimal atau bahkan meningkatkannya. “Semangatnya untuk peningkatan pelayanan publik, maka semua layanan akan dimaksimalkan,” tegasnya.

Penyesuaian tarif kereta bersubsidi ini ditanggapi beragam oleh masyarakat. Sebagian mengeluh, tetapi tak sedikit pula yang menilai bahwa penyesuaian tersebut sebagai hal yang lumrah. Prinsipnya, penyesuaian tersebut masih dalam batas kewajaran.

“Bila kenaikannya wajar ya tidak masalah. Tentunya ini juga harus dibarengi dengan peningkatan pelayanan. Dan sejauh ini saya melihat masih bagus. Buktinya, kereta api semakin ramai,” tutur M Ahsan Rifai, warga asal Cilacap.

(rzk)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini