nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Akuisisi Batal, Gerai 7-Eleven Resmi Ditutup pada 30 Juni

Rizkie Fauzian, Jurnalis · Jum'at 23 Juni 2017 10:41 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 06 23 278 1723282 akuisisi-batal-gerai-7-eleven-resmi-ditutup-pada-30-juni-7ET19Mofn3.jpg Ilustrasi: Reuters

JAKARTA - PT Modern International Tbk (MDRN) akan menutup seluruh gerai 7-Eleven yang ada di Indonesia. Hal tersebut karena kegiatan operasional PT Modern Sevel Indonesia, yang merupakan manajemen dari gerai Sevel yang ada di Tanah Air telah dihentikan.

Seperti dikutip dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (23/6/2017), gerai 7-Eleven mulai tutup pada akhir Juni yaitu tepatnya pada 30 Juni 2017. Keterbatasan sumber daya menjadi alasan perseroan harus menutup gerai.

Direktur MDRN Chandra Wijaya menyatakan, perseroan berencana melakukan transaksi material perseroan atas penjualan dan transfer segmen bisnis restoran dan convinience di Indonesia dengan merek waralaba 7-Eleven beserta aset yang menyertainya kepada PT Charoen Pokpand Restu Indonesia.

Namun, transaksi tersebut batal karena tidak tercapainya kesepakatan atas pihak-pihak yang berkepentingan. "Hal material yang berkaitan dan yang timbul sebagai akibat dari pemberhentian operasional gerai 7-Eleven ini akan ditindaklanjuti sesuai dengan peraturan dan hukum yang berlaku, dan akan diselesaikan secepatnya," katanya.

Sebelumnya, PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN), melalui anak usaha PT Charoen Pokphand Restu Indonesia (CPRI) mengakuisisi kepemilikan jaringan waralaba modern 7-Eleven dari PT Modern Sevel Indonesia (MSI), anak usaha dari PT Modern Internasional Tbk (MDRN).

Penandatanganan business acquisition agreement kedua perusahaan dilakukan pada 19 April 2017. CPRI menyetujui pengambilalihan kegiatan usaha MSI bidang rumah makan dan toko modern (convenience store) beserta aset-aset terkait sistem waralaba senilai Rp1 triliun. Transaksi direncanakan selesai sebelum atau pada 30 Juni 2017.

Pihak CPIN dan CPRI menegaskan tidak memiliki hubungan afiliasi dengan MDRN dan MSI. Sumber pendanaan perseroan untuk melakukan akuisisi ini adalah melalui sumber arus kas internal.

(rzk)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini