nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

MNC Investama Optimis Kinerja Tumbuh 20% pada 2017

Trio Hamdani, Jurnalis · Jum'at 23 Juni 2017 17:40 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 06 23 278 1723631 mnc-investama-optimis-kinerja-tumbuh-20-pada-2017-AeyXplziHH.jpg Foto MNC Investama (Trio/Okezone)

JAKARTA - PT MNC Investama Tbk (BHIT) optimis kinerja keuangan perseroan pada 2017 mengalami pertumbuhan. MNC Investama menargetkan pertumbuhan sebesar 10%-20% pada tahun ini.

Direktur Utama MNC Investama Darma Putra menjelaskan, hal yang mendasari optimisme dalam memproyeksikan kinerja perseroan dibandingkan pada 2015. Dia menyatakan, pertumbuhan kinerja tersebut akan ditopang oleh sektor media, properti, dan jasa keuangan.

"Tahun ini kami bisa lebih baik lagi dari tahun sebelumnya. Ekspektasi kami akan tumbuh 10% sampai 20%," ujarnya di Gedung MNC Tower, Jakarta, Jumat (23/6/2017).

Dia juga menyebut, yang juga turut memengaruhi kinerja perseroan tahun ini ialah faktor perekonomian domestik dan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang diperkirakan akan konsisten di angka 5%. Itu dapat mendorong pengembangan bisnis industri yang mana akan berpengaruh juga bagi pertumbuhan industri di korporasi MNC.

Pada tahun ini, dia menjelaskan, perseroannya tidak menggelontorkan belanja modal (capital expenditure/capex) yang besar. Sebab tidak dibutuhkannya belanja modal yang besar pada tahun ini mengingat rampungnya pembangunan gedung-gedung baru.

Sekadar diketahui, kinerja keuangan perseroan, dari sisi pendapatan tak banyak mengalami perubahan. Jumlah pendapatan pada 2016 tercatat sebesar Rp12,89 triliun atau naik 0,1% dibandingkan pada 2015 sebesar Rp12,87 triliun.

Sementara, untuk pendapatan usaha mengalami kenaikan sebanyak 5,2% pada 2016 yang tercatat sebesar Rp2,14 triliun dari Rp2,03 triliun pada 2015.

Penunjang terbesar pendapatan perseroan bersumber dari sektor media sebesar Rp10,29 triliun, dilanjutkan jasa keuangan Rp2,01 triliun dan sektor lainnya Rp586,14 miliar.

Pada sisi laba bersih, perseroan mengalami pertumbuhan mencapai 248,7%. Pada 2015, perseroan memperoleh laba rugi sebanyak Rp570 miliar, sedangkan 2016 mencatat laba bersih menjadi Rp847 miliar.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini