Minim Pasokan, Harga Cabai di Pasar Tradisional Meroket 130%

ant, Jurnalis · Rabu 28 Juni 2017 14:51 WIB
https: img.okezone.com content 2017 06 28 320 1725446 minim-pasokan-harga-cabai-di-pasar-tradisional-meroket-130-ZJ1KM7zCeM.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

SANGIHE - Harga jual cabai di pasar tradisional Towo Tahuna, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara menembus angka Rp138.000 per kg atau naik 130% dibandingkan dengan harga sebelum Lebaran 2017.

"Hari ini harga jual cabai naik sampai Rp138.000 per kg dibandingkan sebelum lebaran hanya Rp60 ribu per kg," kata pedagang cabai di Pasar Towo Tahuna, Agus Kansil, Rabu (28/6/2017).

Menurut dia, kenaikan harga cabai disebabkan kurangnya kiriman cabai dari Manado, sebagai daerah pemasok cabai selama ini. Jika hasil panen cabai di wilayah Minahasa dan Manado menurun, maka sangat berpengaruh terhadap harga jual di pasar tradisional Towo Tahuna.

"Cabai dan kebutuhan pokok masyarakat lainnya selama ini sangat tergantung dengan pasokan dari Manado, harga jualnya juga tergantung harga beli di Manado," kata dia lagi.

Selain harga cabai yang naik, harga tomat juga naik cukup besar dari Rp10.000 sebelum lebaran menjadi Rp30.000 per kg. "Kenaikan harga tomat karena petani di Kecamatan Tahuna Barat sebagai penghasil tomat di Sangihe belum memasuki musim panen," kata dia lagi.

Tidak hanya cabai, harga bawang merah dan bawang putih juga mengalami kenaikan. Meskipun hanya Rp5.000 hingga Rp10.000 per kg. "Harga bawang merah dan bawang putih juga mengalami kenaikan antara Rp5.000 sampai Rp10.000 per kg," kata dia.

Dia berharap, kenaikan harga kebutuhan pokok masyarakat ini tidak bertahan lama sebab sangat memberatkan masyarakat. "Kami sangat berharap harga kebutuhan pokok masyarakat segera kembali normal dalam minggu ini," tukasnya.

(ulf)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini