nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Miliki Rekam Jejak Debitur, OJK Optimis Dapat Kurangi Kredit Bermasalah

ant, Jurnalis · Kamis 29 Juni 2017 14:14 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 06 29 320 1725759 miliki-rekam-jejak-debitur-ojk-optimis-dapat-kurangi-kredit-bermasalah-B9HCp2APvt.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

BALI - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mengembangkan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK). Kehadiran SLIK menjadi salah satu acuan lembaga jasa keuangan sebelum mencairkan pembiayaan kepada debitur untuk mencegah kredit bermasalah di Bali.

"Sistem ini lebih lengkap dibandingkan Sistem Informasi Debitur (SID)," kata Kepala OJK Regional 8 Bali dan Nusa Tenggara Zulmi di Denpasar, Kamis (29/6/2017).

Menurut Zulmi, SLIK tidak hanya menjadi informasi rekam jejak debitur bagi perbankan, tetapi juga lembaga keuangan lainnya seperti lembaga pembiayaan, modal ventura, hingga koperasi simpan pinjam.

Dia menjelaskan, SLIK menjadi bank data debitur terintegrasi yang nantinya akan menggantikan SID yang dikembangkan Bank Indonesia.

Dengan sistem tersebut, bank dan lembaga jasa keuangan dapat meminimalkan risiko dalam memberi pembiayaan kepada nasabah yang sudah terlalu banyak berutang di berbagai lembaga jasa keuangan, yang dikhawatirkan memengaruhi kemampuan dan kapasitas membayarnya.

Untuk tahap awal, pihaknya telah memberikan sosialisasi kepada perbankan termasuk Bank Perkreditan Rakyat (BPR). Sementara itu, Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan OJK Bali dan Nusa Tenggara Nasirwan Ilyas mengingatkan kepada seluruh pengurus BPR untuk melaksanakan fungsi pelaporan informasi debitur secara akurat, lengkap, dan tepat waktu.

Hasilnya, lanjut dia, SLIK akan berguna dan dimanfaatkan oleh seluruh lembaga jasa keuangan termasuk BPR dalam menilai kondisi nasabah guna memutuskan kelayakan nasabah untuk mendapat fasilitas kredit. Nasirwan menambahkan SLIK saat ini sudah mencatat 96,4 juta debitur dan akan terus meningkat seiring peningkatan jumlah pelapor SLIK.

“Pada akhir 2018 nanti, pelapor SLIK diproyeksikan menjadi 2.142 lembaga jasa keuangan, lebih tinggi dibandingkan pada tahun 2017 sebanyak 1.627 lembaga jasa keuangan yang didominasi oleh lembaga perbankan dan perusahaan pembiayaan,” ujar dia.

Sedangkan pada 2022, pelapor SLIK diproyeksikan akan meningkat pesat seiring kewajiban pegadaian, perusahaan modal ventura, dan perusahaan pembiayaan infrastruktur menjadi pelapor dalam aplikasi SLIK. Sekadar informasi, OJK mencatat kredit bermasalah bank umum per April 2017 mencapai 2,89% atau naik dari bulan sebelumnya pada posisi 2,71%

Kredit bermasalah di Bank Perkreditan Rakyat (BPR) di Bali paling tinggi per April 2017 mencapai 7,07% naik dari posisi Maret 2017 sebesar 6,71%.

Sementara itu, realisasi kredit di Bali hingga April 2017 mencapai Rp79,1 triliun atau naik 1,45% jika dibandingkan posisi Desember 2016 yang mencapai Rp77,9 triliun. (ded)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini