Image

Wacana Pemindahan Ibu Kota dari Era Soekarno hingga Jokowi, Ini 7 Fakta di Baliknya!

Rani Hardjanti, Jurnalis · Jum'at 07 Juli 2017, 05:12 WIB
https img okeinfo net content 2017 07 06 470 1730245 wacana pemindahan ibu kota dari era soekarno hingga jokowi ini 7 fakta di baliknya 7Y4XbffCGi jpg Ilustrasi: (Foto: Reuters)

JAKARTA - Wacana pemindahan Ibu Kota Indonesia sudah lama berhembus. Banyak yang menyikapi wacana tersebut hanya sebatas isapan jempol belaka. Namun tahun ini isu tersebut kembali membahana, bahkan mulai menunjukkan titik terang.

Palangka Raya, Kalimantan Tengah, dan Jonggol, Jawa Barat, menjadi dua wilayah yang saat ini menjadi buah bibir. Bahkan kata 'Pemindahan Ibu Kota' dan 'Palangkaraya' menjadi trending topic di media sosial beberapa hari belakangan ini. Diproyeksikan, Jonggol bukanlah tempat yang sesuai karena kriteria utama adalah di luar Pulau Jawa.

Bagaimana kah fakta-fakta soal pemindahan ibu kota? Berikut ini sajian selengkapnya, seperti dirangkum Okezone Jumat (7/7/2017).

1. Berembus dari era Presiden Soekarno

Sejak zaman Presiden Soekarno, pemindahan ibu kota sudah ramai dibicarakan. Soekarno pernah mewacanakan agar ibu kota dapat berpindah ke Palangkaraya, tepatnya pada 1950-an. Bapak Proklamator Kemerdekaan itu bahkan pernah mengunjungi kota yang terletak di tengah Indonesia itu, untuk meninjau perkembangan kota yang dilintasi Sungai Kapuas tersebut

2. Perkembangan isu dari era Presiden SBY hingga Presiden Jokowi

Pada era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), wacana pemindahan ibu kota kembali bergulir namun di tatanan pemerintah pun masih belum matang.

Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menegaskan jika pihaknya tidak terlibat dalam rencana pengkajian perpindahan kota pemerintahan Indonesia. "Kita tidak terlibat. Itu tim kecil, Presiden langsung yang memilih," ujar Kepala Bappenas Armida S Alisjahbana era SBY, saat ditemui wartawan, di Gedung Graha Sawala Kemenko.

Dirinya mengungkapkan bila tim kecil dalam mengkaji kota pemerintahan sepenuhnya di bawah kendali Presiden. Peran Bappenas lebih pada dukungan data.

Kini, Menteri Perencanaan dan Pembangunan Nasional Bambang Brodjonegoro kembali menggaungkan wacana pemindahan ibu kota.

2. Pendanaan Pemindahan Ibu Kota

Menurut Menteri Perencanaan dan Pembangunan Nasional Bambang Brodjonegoro, pemindahan Ibu Kota Negara ini tentunya membutuhkan dana yang amat besar. Untuk itu, pemerintah pun akan menggandeng pihak swasta agar tidak membebani APBN.

"Presiden ingin jangan sampai memberatkan APBN jadi salah satu kajian kita adalah mencari skema pembiayaan yang kreatif, artinya melibatkan private sector agar pemerintah bisa bangun infrastruktur, sarana prasarana dengan dukungan sektor swasta," ungkapnya di Kantor Kementerian PPN, Jakarta, Selasa (11/4/2017).

Baca Juga: Pindahkan Ibu Kota Negara, Bagaimana Anggarannya?

3. Kriteria Calon Ibu Kota Baru

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Bambang Brodjonegoro menyebutkan, kajian tersebut akan dilakukan secara bertahap. Nantinya, kajian akan dilakukan secara terintegrasi lintas kementerian.

Namun setidaknya prasyarat umum yang diutarakan, antara lain:

- Lokasi di luar Pulau Jawa

- Calon ibu kota baru harus di wilayah yang aman, atau risiko bencana alam kecil

- Ketersediaan tanah yang dikuasai oleh negara dan statusnya free and clear agar tidak ada pembebasan tanah lagi

- Akses yang mudah dengan Jakarta.

"Yang pasti di luar Pulau Jawa, kemungkinan besar di Pulau Kalimantan. Tapi spesifiknya di mana, itu yang akan difinalkan," ujar Menurut Menteri Perencanaan dan Pembangunan Nasional Bambang Brodjonegoro saat ditemui di acara Halalbihalal Bappenas di Jakarta, Senin, 3 Juli 2017

4. Nasib Jakarta Selanjutnya?

Bappenas menargetkan kajian bisa segera rampung dalam waktu singkat. Nantinya, Jakarta direncanakan tetap akan menjadi pusat bisnis bagi Indonesia. Sementara itu, pusat pemerintahan akan dipindahkan ke luar Pulau Jawa. Salah satu opsi yang muncul adalah Palangka Raya.

"Yang pindah adalah pusat pemerintahan. Administrasi pemerintahannya. Jakarta tetap diposisikan sebagai pusat bisnis dan keuangan di Indonesia," ujarnya. Keputusan ini ditargetkan dapat ditetapkan pada tahun 2019. Hanya saja, pada 2019 pemerintah masih belum akan memindahkan Ibu kota negara karena membutuhkan waktu yang cukup panjang.

Pulau Jawa dianggap terlalu mendominasi kegiatan perekonomian Indonesia. Itu pun aktivitas perekonomian di Jawa lebih banyak terkonsentrasi di kawasan Jabodetabek atau DKI Jakarta, belum merata ke seluruh lapisan.

Bila rencana tersebut benar-benar terealisasi, kata Bambang, beban Jakarta yang kini dianggap terlalu berat, karena berperan ganda sebagai pusat pemerintahan, keuangan sekaligus pusat bisnis, dapat berkurang.

5. Tujuan Punya Ibu Kota Baru

Pemerintah intinya ingin membantu mengurangi kesenjangan antara Jawa dan luar Jawa. Salah satunya belajar dari kasus di Brasil, pemindahan ibu kota ke Brazilia paling tidak lebih menyeimbangkan antara pantai Timur Brasil dengan kedalaman Amazon.

"Arahan Pak Presiden ya dilakukan kajian lebih dalam, dan keinginannya agar kota yang dipilih nanti mencerminkan kota yang ideal buat Indonesia," ujar Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (5/7/2017).

Baca Juga: Ibu Kota Bakal Dipindahkan, Ini Manfaatnya!

6. Kerumitan yang Akan Dihadapi

Persiapan pemindahan ibu kota ke Kalimantan masih dikaji hingga akhir 2017 dan awal 2018. Pemindahan ini disebutkan membutuhkan waktu yang cukup lama yakni hingga 5 tahun. Estimasinya, pada 2018 hanya proses persiapan dengan catatan kalau kajian selesai 2017. Pada 2018 Menteri PU akan menyiapkan semua detail enginering desainnya, persiapan-persiapan untuk pemindahan.

7. Istana Juga Akan Diboyong?

Mengenai pemindahan pusat administrasi ini akan berimbas berpindahnya Istana. Hal ini bisa mengeluarkan dana yang lebih besar lagi. Tapi istana negara yang dimaksud dinilai tidak perlu dibangun sebesar saat ini. "Istananya kan istana yang tidak harus mewah, yang penting ada rumah tinggal Presiden dan kantor Presiden," ujar Bambang.

Baca Juga: Mencengangkan! Proses Pemindahan Ibu Kota Butuh Waktu 5 Tahun

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini