nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Infrastruktur, Kunci Vietnam Gaet Investor Hotel

ant, Jurnalis · Kamis 06 Juli 2017 18:57 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 07 06 470 1730336 infrastruktur-kunci-vietnam-gaet-investor-hotel-3nNjNfi7zc.jpg Ilustrasi: (Foto: Reuters)

JAKARTA - Konsultan properti internasional Jones Lang LaSalle menyatakan, Vietnam mengembangkan infrastruktur seperti transportasi sehingga berhasil menarik banyak investor operator hotel ke negara Asia Tenggara tersebut.


"Kami telah melihat semakin meningkatnya jumlah hotel bermerek internasional yang beroperasi di Vietnam selama 24 bulan terakhir, dan semakin banyak diversifikasi dari perusahaan pengelola hotel di pasar tersebut," kata Head of Research Asia Pacific JLL Hotels and Hospitality Group Frank Sorgiovanni dalam rilis, Kamis (6/6/2017).

Menurut dia, pihaknya juga telah melihat tidak hanya hotel internasional, tetapi hotel domestik juga semakin berkembang di Ho Chi Minh City dan Hanoi khususnya untuk hotel segmen menengah ke bawah, dan memperkirakan hal itu akan semakin berkembang ke seluruh negeri dengan tingkat kecepatan yang pesat.

Sementara itu, Country Head JLL Vietnam Stephen Wyatt juga menyatakan, industri hospitalitas Vietnam terus berkembang pesat selama beberapa tahun terakhir.

"Kami telah melihat permintaan dari korporasi dan bisnis untuk hotel di sepanjang Ho Chi Minh City dan Hanoi karena banyak manufaktur multinasional yang mulai memasuki Vietnam serta merelokasi stafnya dari pasar Asia lainnya," kata Stephen Wyatt.

Kinerja hotel di Vietnam, menurut dia, telah meningkat pesat terutama setelah banyaknya investasi industri dalam jumlah besar yang mengelilingi kota-kota besar di negara jiran itu.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo meminta agar pelaku usaha khususnya di pasar modal dapat memanfaatkan kepercayaan investor.

"Arus uang masuk yang banyak ke negara kita Indonesia itu kepercayaan, itu momentum yang harus betul-betul dimanfaatkan, dijaga, sehingga memberikan manfaat kepada negara kita," kata Presiden Joko Widodo di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Selasa, 4 Juli 2017.

Pemerintah juga diwartakan akan mencari solusi untuk mendorong percepatan investasi di Indonesia yang saat ini masih jauh dari potensinya, karena masih terdapat sejumlah hambatan yang dikeluhkan pelaku usaha.

Apalagi, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution seusai memimpin rapat koordinasi membahas pelaksanaan paket kebijakan ekonomi di Jakarta, mengungkapkan bahwa Indonesia saat ini hanya bisa meraih sekitar dua persen nilai investasi dunia dari proyeksi investasi global sebesar 1.500 miliar dolar AS.

Nilai potensi yang sangat besar tersebut belum bisa dimaksimalkan untuk membangun Indonesia, salah satunya karena proses pemberian izin usaha masih dirasakan terlalu lama oleh para investor.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini