Mantap! RI-Turki Sepakat Bikin Tank, Kapal Selam, hingga Truk

Dedy Afrianto, Jurnalis · Jum'at 07 Juli 2017 10:02 WIB
https: img.okezone.com content 2017 07 07 320 1730701 mantap-ri-turki-sepakat-bikin-tank-kapal-selam-hingga-truk-Pe6RG4NThQ.jpg (Foto Biro Pers Istana)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan jajarannya melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan di Istana Kepresidenan Turki. Pada pertemuan ini, kedua negara sepakat untuk menjalin kerjasama pada berbagai sektor, salah satunya adalah pada sektor industri pertahanan.

"Saya menyambut baik hasil konkret kerja sama industri pertahanan antara lain berupa peluncuran tank kelas menengah Kaplan produksi bersama Indonesia dan Turki," kata Jokowi seperti dikutip dari Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden, Jumat (7/5/2017).

Pada bidang industri pertahanan, selain melakukan produksi tank bersama, pemerintah Indonesia dan Turki juga sepakat untuk mengembangkan kerjasama kedirgantaraan. Kesepakatan tersebut telah dituangkan ke dalam bentuk nota kesepahaman antara PT Dirgantara Indonesia dengan Turkish Aerospace Industry.

"Tadi juga telah kita sepakati untuk menambah kerjasama di bidang pembuatan kapal selam dan truk. Ini juga akan segera ditindaklanjuti oleh tim dari kedua negara," ia menambahkan.

Sementara itu di bidang energi, Indonesia memperoleh sokongan dalam hal penyediaan energi listrik di wilayah kepulauan Indonesia. Sebelumnya, sejumlah kapal pembangkit listrik asal Turki telah beroperasi di Medan, Amurang, Bolok, dan Ambon untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat di wilayah tersebut.

"Penguatan kerjasama di bidang energi difokuskan pada pemenuhan kebutuhan energi listrik di kawasan kepulauan Indonesia antara lain melalui penggunaan power ship atau kapal penyedia pasokan listrik," Presiden menerangkan.

Dalam pertemuan tersebut, Presiden Joko Widodo dan Presiden Erdoğan tak hanya berbicara deputar isu bilateral semata. Kedua negara juga hendak ambil bagian dalam penyelesaian permasalahan global. Salah satunya ialah persoalan diplomasi yang kini sedang dihadapi oleh negara Qatar.

"Selain isu bilateral kami juga melakukan pembahasan berbagai isu dunia antara lain masalah Qatar yang kita harapkan ini bisa diselesaikan lewat komunikasi dan dialog-dialog yang baik antar-negara-negara yang memiliki masalah," kata presiden ketujuh Indonesia itu.

Adapun dalam hal penanganan terorisme global, kedua negara memiliki pandangan yang sama soal itu. Keduanya juga bersepakat untuk berbagi informasi intelijen yang diikuti dengan pembangunan sistem teknologi informasi intelijen untuk semakin mempermudah penanganan terorisme global.

"Indonesia dan Turki telah sepakat untuk meningkatkan kerja sama terutama terkait dengan Foreign Terrorist Fighters melalui kerja sama bidang informasi intelijen dan juga pembangunan sistem IT di bidang intelijen sehingga memudahkan kita bekerja sama dalam rangka memberantas terorisme," ujarnya.

Sebelum menyampaikan pernyataan pers bersama Presiden Jokowi dan Presiden Erdogan menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman kerjasama di bidang kesehatan dan peluncuran negosiasi Indonesia-Turkey Comprehensive Economic Partnership Agreement.

Setelah itu, Presiden dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo mengikuti jamuan santap siang bersama bersama Presiden Erdogan dan Ibu Emine Erdoğan.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini