nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

BUSINESS SHOT: Ibu Kota Indonesia Pindah ke Kalimantan?

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis · Sabtu 08 Juli 2017 14:12 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 07 07 320 1730721 business-shot-ibu-kota-indonesia-pindah-ke-kalimantan-5OugTEc95b.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

JAKARTA - Wacana pemindahan Ibu Kota Indonesia sudah lama berembus. Banyak yang menyikapi wacana tersebut hanya sebatas isapan jempol belaka. Namun tahun ini isu tersebut kembali membahana, bahkan mulai menunjukkan titik terang.

Wacana pemindahan Ibu Kota Indonesia sudah mulai dibahas dari presiden pertama RI Soekarno hingga presiden ketujuh RI Joko Widodo (Jokowi).

Untuk saat ini, Jokowi langsung meminta Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Bambang Brodjonegoro agar melakukan kajian terkait wacana pemindahan ibu kota. Kajian ini akan terus dilakukan sebelum tahap selanjutnya atau implementasi program.

Nama selalu muncul kembali setiap wacana pemindahan ibu kota ramai dibicarakan. Timbul pertanyaan, mengapa kota di Kalimantan Tengah tersebut terus digadang-gadang menjadi ibu kota baru negeri ini.

Penulis buku 'Sukarno & Desain Rencana Ibu Kota RI di Palangkaraya', Wijanarka menyatakan Sukarno mencuatkan ide pemindahan ibu kota dari Jakarta ke Palangka Raya pada periode 1957-1958.

"Nama Palangkaraya (muncul) karena berada persis di tengah NKRI, di tengahnya Indonesia. Atas dasar itu, Palangka Raya menjadi lebih populer sebagai calon ibu kota dari kota lainnya," ungkap Wijanarka, Senin 4 Juli 2017.

Dosen jurusan arsitektur Universitas Palangkaraya tersebut menyatakan saat itu selain Palangka Raya, kota di Sulawesi yaitu Makassar juga menjadi salah satu kandidat. Pemindahan ibu kota ke luar Jakarta ketika itu dinilai perlu karena Soekarno mengharapkan Indonesia memiliki ibu kota yang dibangun oleh anak bangsa sendiri.

"Jakarta kan peninggalan kolonial Belanda, dirancang Belanda," ungkap Wijanarka.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional atau Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro, memastikan kajian rencana pemindahan ibu kota akan selesai tahun ini.

"Ibu kota baru kemungkinan besar di Pulau Kalimantan," kata Bambang.

Pemindahan ini disebutkan membutuhkan waktu yang cukup lama yakni hingga 5 tahun.

"Bisa 4 tahun-5 tahun. Pada 2018 hanya proses persiapan. Kalau kajian selesai 2017. Pada 2018 Menteri PU akan menyiapkan semua detail enginering desainnya, persiapan-persiapan untuk pemindahan," ungkap Bambang Brodjonegoro di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu 5 Juli 2017.

Menurutnya, dalam pemindahan ini nantinya yang berpindah hanya pusat administrasinya. Sedangkan pusat ekonomi masih akan tetap berada di Pulau Jawa sehingga harga kebutuhan di Kalimantan tidak akan naik.

Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, hal ini masih menjadi wacana dari pemerintah. "Itu masih wacana," kata Teten di Gedung Bina Graha, Jakarta, Kamis 6 Juli 2017.

Hanya saja, Teten mengatakan bahwa pemindahan pusat pemerintahan ini memang akan dilakukan di luar Pulau Jawa. Salah satunya adalah Kalimantan.

"Ada banyak alternatif seperti Kalimantan, daerahnya masih luas," tuturnya.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengungkapkan, untuk rencana yang bersifat makro seperti ini dilakukan studi terlebih dahulu.

"Mau seperti apa kotanya itu, studi literaturnya dari mana-mana. Dari Brasilia, Washington DC, Astan, Kazakhstan," ujarnya di kantor Kementerian PUPR

Basuki melanjutkan bahwa saat ini pihak Kementerian PUPR masih menunggu hasil kajian yang dilakukan oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional di bawah komando Menteri Bambang Brodjonegoro. Hasil kajian akan diserahkan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) sepulang beliau dari Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Kelompok Negara 20 atau G20 di Hamburg, Jerman, yang dilangsungkan pada 7-8 Juli 2017.

"Makanya saya belum bergerak. Masih ada tiga opsi, Kaltim, Kalteng, dan Kalsel. Bahkan ada di tempat lain dan belum ditetapkan," terang dia.

(dni)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini