Share

PLN : Tarif Listrik Rumah Tangga hingga Industri Lebih Murah dibandingkan Malaysia

Feby Novalius, Jurnalis · Sabtu 08 Juli 2017 13:49 WIB
https: img.okezone.com content 2017 07 08 320 1731716 pln-tarif-listrik-rumah-tangga-hingga-industri-lebih-murah-dibandingkan-malaysia-XBFmNKGaFL.jpeg Foto: (Feby/Okezone)

JAKARTA - PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) memastikan bahwa tarif listrik untuk semua jenos golongan rumah tangga hingga bisnis lebih murah ketimbang tarif listrik Negeri Jiran, Malaysia. Hal ini mengkonfirmasi data yang beredar kepada publik yang menyebutkan tarif listrik Malaysia bisa lebih murah dari Indonesia.

Dalam acara Talk Show Akhir Pekan Terhangan Polemik Sindotrijaya Network, Kepala Satuan Unit Komunikasi Korporat PLN I Made Suprateka mengatakan, tidak ada tarif listrik Malaysia lebih murah dari Indonesia. Jika dilihat dari rata-rata tarif listrik rumah tangga Indonesia sebesar Rp1.360 per kwh dan Malaysia Rp1.374 per kwh.

"Jangan lupa rata-rata listrik kita menerapkan subsidi untuk 27 juta pelanggan (450 va dan 900 va). Ini listrik kita lebih murah,"ujarnya, di Warung Daun, Jakarta, Sabtu (8/7/2017).

Sementara dari rata-rata tarif bisnis, di Indonesia tarif listrik sekira Rp1.159 per kwh atau jauh lebih murah dibandingkan tarif listrik bisnis di Malaysia sekira Rp1.350 per kwh. Selain itu untuk tarif listrik industri besar Malyasia sekira Rp1.066 per kwh dan di Indonesia sekira Rp1.011 per kwh.

"Ini kita jelas terasa murah, apalagi terlihat bagaimana demografi Indonesia beda dengan Malaysia. Kalau Malaysia sebagaian besar daratan, tapi kita pulau di mana, jadi tidak perlu transmisi bawah laut. Jadi iniย  hambatan kita. Belum lagi ada daerah isolated yang mau tidak mau dibangun pembangkit listrik tenaga diesel yang harganya tentu mahal,"ujarnya.

Selain dengan Malaysia, tarif listrik Indonesia dengan Amerika Serikat (AS) juga lebih kompetitif. Dari rata-rata listrik nasional AS sekira USD10,42 sen, Indonesia jika disamakan USD10,3 sen.

"Jadi bukan income per kapita sebabkan kenaikan atau penurunan tapi cost production. Jadi beruntung tarif masih bisa lebih murah,"tandasnya.

(ulf)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini