Ajukan Tambahan Subsidi Listrik Jadi Rp51 Triliun, Ini Alasan Menteri Jonan

Feby Novalius, Jurnalis · Senin 10 Juli 2017 16:22 WIB
https: img.okezone.com content 2017 07 10 320 1732808 ajukan-tambahan-subsidi-listrik-jadi-rp51-triliun-ini-alasan-menteri-jonan-yzxU1iD1TD.jpg Foto: Feby Novalius/Okezone

JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengajukan tambahan subsidi untuk listrik dalam RAPBN-P 2017. Hal ini diajukannya dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR RI, hari ini.

Jonan menerangkan, realisasi subsidi listrik pada 2016 mencapai sekira Rp58,04 triliun. Sementara untuk realisasi subsidi listrik di pertengahan tahun sekira Rp17,97 triliun dengan anggaran dalam APBN 2017 sekira Rp44,98 triliun.

"Kami mengusulkan ada perubahan jadi Rp51 triliun. Kenapa? Ini yang tadi dikemukakan, awalnya, subsidi listrik 450 va tetap dan enggak diubah. Sedangkan yang 900 va yang masuk rentan miskin, berdasarkan data TNP2K. Kami sudah lakukan data ulang, ternyata datanya jadi 6,54 juta. Ada tambahan 4 juta pelanggan ini yang harus disubsidi. Ini survei kami di lapangan, ini data harus diubah yang punya TNP2K," tuturnya, di ruang rapat Komisi VII DPR, Jakarta, Senin (10/7/2017).

Selain itu, kata Jonan, permintaan tambahan subsidi listrik karena adanya penundaan subsidi tepat sasaran yang harusnya mulai diterapkan sejak Mei 2017. Di mana pelanggan 900 va mampu yang subsidinya dicabut, harusnya sudah membayar normal tarif listrik.

"Tapi karena ada penundaan dibutuhkan sekira Rp3,58 triliun. Kemudian perubahan asumsi makro ICP dan kurs dibutuhkan tambahan Rp1,73 triliun. Ini kursnya pelan-pelan ikut sama kurs yang ada. Dan tambahan pelanggan 900 va yang layak disubsidi ada Rp1,70 triliun," ujarnya.

(rzk)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini