Image

TERKUAK! Stabilisasi Harga Pangan Ternyata Semu

Dedy Afrianto, Jurnalis · Senin 10 Juli 2017, 17:13 WIB
https img k okeinfo net content 2017 07 10 320 1732890 terkuak stabilisasi harga pangan ternyata semu tik3pqmlxg jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

JAKARTA - Pemerintah melalui kerjasama dari Kementerian Perdagangan dan Kementerian Pertanian telah berupaya untuk menjaga kestabilan harga pangan saat Ramadan dan Lebaran 2017. Harga pangan pun diklaim tidak mengalami gejolak yang tinggi hingga libur Lebaran usai.

Menurut Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Enny Sri Hartati, harga pangan memang cenderung stabil. Hanya saja, harga pangan ini masih berada di atas harga acuan penjualan konsumen.

"Jadi upaya stabilisasi harga ini belum mampu memulihkan daya beli masyarakat," kata Enny di Kantor Indef, Jakarta Selatan, Senin (10/7/2017).

Enny mengatakan, berdasarkan hasil pemantauan pusat informasi harga pangan strategis (PIHPS) terhadap 160 pasar di Indonesia selama periode 9 September 2016 sampai dengan 12 Juni 2017 menunjukkan bahwa harga di pasar masih cenderung lebih tinggi dibandingkan harga acuan. Tercatat, harga beras medium lebih mahal 17% dari harga acuan.

Harga gula pasir juga tercatat lebih mahal sesaat 10,1% dari harga acuan. Sementara ini, harga daging sapi berkualitas satu lebih mahal 47% dari harga acuan dan harga daging sapi berkualitas 2 lebih mahal 37% dari harga acuan. Selain itu, harga minyak goreng curah lebih mahal 19% dari harga acuan.

"Jadi kalau dikatakan lebih stabil ini stabilisasi harga pangan semu," tegas Enny.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini