nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kejar Kredit 13%, Bank BJB Kaji Akuisisi Perusahaan Sekuritas

Agregasi Selasa 11 Juli 2017 15:59 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 07 11 278 1733700 kejar-kredit-13-bank-bjb-kaji-akuisisi-perusahaan-sekuritas-hjYAQ2KTAu.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat Tbk (BJBR) berencana untuk melakukan akuisisi terhadap perusahaan asuransi, sekuritas, serta multifinance. Akuisisi ini dilakukan untuk melebarkan ekspansi bisnisnya sebagai bank pembangunan daerah.

“Saat ini, masih dalam kajian, kami masih menunggu situasi untuk akuisisi," kata Direktur Utama BJBR, Ahmad Irfan, di Jakarta.

Menurut Ahmad, akuisisi akan dilaksanakan BJBR tahun ini, tergantung apakah hal tersebut visible atau tidak. Yang jelas, lanjutnya, ketiga sektor tersebut akan menjadi prioritas. BJBR juga tengah mengkaji model akuisisi dari beberapa perusahaan tersebut. Ada kemungkinan melakukan kongsi atau Joint Venture dalam melakukan akuisisi perusahaan tersebut.

Tahun ini, perseroan menargetkan pertumbuhan kredit antara 12% -13% dibandingkan realisasi 2016 atau minimal mencapai Rp70,67 triliun. Pada 2016, Bank BJB menyalurkan kredit sebesar Rp63,1 triliun atau tumbuh 14,2% dibandingkan 2015 yang hanya Rp55,3 triliun.

Kata Irfan, perseroan fokus penyaluran kredit masih sama seperti tahun lalu yakni segmen konsumer dan segmen komersial. "Pilar segmen kita sama seperti tahun lalu. Yang kita kejar tetap di kredit konsumer. Tetapi, mungkin produk kredit konsumer itu kita perluas variasinya untuk mengejar target pertumbuhan kredit,"ujarnya.

Adapun segmen kedua yang dikejar tahun ini yaitu segmen komersial. Ahmad menambahkan, meskipun kontribusinya segmen mikro masih kecil, namun program PESAT Bank BJB cukup banyak diminati. PESAT atau Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Terpadu merupakan program Bank BJB untuk penyaluran kredit usaha rakyat. Bank BJB memiliki target untuk ketahanan pangan saja mencapai Rp1 triliun.

Disebutkan, kontribusi terbesar penyaluran kredit di 2016 berasal dari segmen konsumer yang mencapai Rp44,2 triliun atau sebesar 70,04% dari total penyaluran kredit. Setelah segmen konsumer, ada segmen komersial dengan penyaluran kredit mencapai Rp10,8 triliun, atau sebesar 17,11% dari total penyaluran kredit.

Berikutnya ada segmen mortgage atau KPR dan segmen mikro. Penyaluran kredit kedua segmen tahun lalu masing-masing mencapai Rp4,5 triliun dan Rp3,5 triliun atau porsinya sebesar 7,13% dan 5,54% dari total penyaluran kredit.

(mrt)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini