Image

TREN BISNIS: China Incar Investasi di Danau Toba hingga Ketok Palu APBN 2018

Donald Banjarnahor, Jurnalis · Rabu 12 Juli 2017, 06:05 WIB
https img k okeinfo net content 2017 07 12 320 1734162 tren bisnis china incar investasi di danau toba hingga ketok palu apbn 2018 rIODhWyRGq jpg (Foto: Okezone)
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan mengatakan bahwa investor asal China menyatakan minatnya untuk menanamkan investasi di Indonesia. Menurut Luhut, investor China menilai bahwa investasi di Indonesia banyak memberikan return kepada mereka. Baca selengkapnya: Investor China Siapkan USD10 Miliar untuk Investasi di Danau Toba
Sementara itu, DPR RI dalam rapat paripurna resmi menyetujui Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2018 dan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2018. Hadir dalam rapat paripurna ke-30 itu, dari sisi pemerintah di antaranya Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo, beserta seluruh eselon satu Kementerian Keuangan di Jakarta. Baca selengkapnya: DPR Setujui RAPBN 2018, Pertumbuhan Ekonomi Dipatok 5,2%-5,6%
Bank Syariah Mandiri (BSM) kembali menandatangani akad pembiayaan line facility dengan PT Federal International Finance (FIFGROUP). Perjanjian tersebut merupakan penambahan fasilitas pembiayaan modal kerja sebesar Rp500 miliar. Pembiayaan antara BSM dan FIFGROUP ini menggunakan akad mudharabah line facility dengan tenor maksimal tiga tahun. Baca selengkapnya: Kejar Kredit Motor, FIFGROUP Dapat Fasilitas Pembiayaan BSM Senilai Rp500 Miliar
Ketiga berita tersebut, menjadi berita-berita yang banyak menarik minat para pembaca di kanal Bisnis Okezone.com. Untuk itu, berita-berita tersebut kembali disajikan secara lengkap.

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan mengatakan bahwa investor asal China menyatakan minatnya untuk menanamkan investasi di Indonesia. Menurut Luhut, investor China menilai bahwa investasi di Indonesia banyak memberikan return kepada mereka. Baca selengkapnya: Investor China Siapkan USD10 Miliar untuk Investasi di Danau Toba

Sementara itu, DPR RI dalam rapat paripurna resmi menyetujui Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2018 dan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2018. Hadir dalam rapat paripurna ke-30 itu, dari sisi pemerintah di antaranya Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo, beserta seluruh eselon satu Kementerian Keuangan di Jakarta. Baca selengkapnya: DPR Setujui RAPBN 2018, Pertumbuhan Ekonomi Dipatok 5,2%-5,6%

Bank Syariah Mandiri (BSM) kembali menandatangani akad pembiayaan line facility dengan PT Federal International Finance (FIFGROUP). Perjanjian tersebut merupakan penambahan fasilitas pembiayaan modal kerja sebesar Rp500 miliar. Pembiayaan antara BSM dan FIFGROUP ini menggunakan akad mudharabah line facility dengan tenor maksimal tiga tahun. Baca selengkapnya: Kejar Kredit Motor, FIFGROUP Dapat Fasilitas Pembiayaan BSM Senilai Rp500 Miliar

Ketiga berita tersebut, menjadi berita-berita yang banyak menarik minat para pembaca di kanal Bisnis Okezone.com. Untuk itu, berita-berita tersebut kembali disajikan secara lengkap.

Investor China Siapkan USD10 Miliar untuk Investasi di Danau Toba

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan mengatakan bahwa investor asal China menyatakan minatnya untuk menanamkan investasi di Indonesia. Menurut Luhut, investor China menilai bahwa investasi di Indonesia banyak memberikan return kepada mereka.

Sebelumnya, perusahaan Negeri Tirai Bambu juga telah  menyuntikkan dana investasi dalam bidang pengelolaan mineral sebesar USD7 miliar di Morowali, Sulawesi Tengah. Investasi tersebut tampaknya mendatangkan minat investor China lainnya.

"Kemarin saya didatangi company railway dari China. Mereka mau investasi. Saya ajak ke Danau Toba, mereka lihat investasi di sana," ujarnya di Hotel Sahid, Jakarta, Selasa (11/7/2017).

Luhut menjelaskan, investor asal China ini berminat untuk menanamkan investasi di bidang infrastruktur di Kawasan Danau Toba. Antara lain untuk mengembangkan sektor perikanan, dan membangun lintasan kereta yang menghubungkan Kota Medan hingga Danau Toba dengan nilai investasi mencapai sebesar USD10 miliar.

"Dia mau bangun railroad dari Medan sampai Danau Toba, dia mau bangun infrastruktur. Saya pikir dia mau investasi kecil, dia bilang kami siap sampai USD10 miliar," ‎terang Luhut.

Kendati demikian, Luhut tetap menegaskan kepada investor untuk mengikuti peraturan investasi di Indonesia. Luhut juga menyatakan bahwa minat investasi di Indonesia semakin baik, salah satunya dengan peningkatan kemudahan investasi. Tidak hanya pihak investor, Indonesia juga mendapatkan keuntungan dari investasi ini.

"Dia suka karena proses pengambilan keputusan untuk mereka masuk ke sana (investasi) itu bagus. Kamu mau investasi pasti kalau duitmu bisa return dalam waktu singkat, jadi sukalah dia, kita suka kenapa karena bunganya kecil," tukas dia.

1 / 3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini