nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mengintip Usia Puncak Kemampuan Otak, Paling Kreatif Umur 25 Tahun

Agregasi Rabu 12 Juli 2017 18:00 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 07 12 320 1734771 mengintip-usia-puncak-kemampuan-otak-paling-kreatif-umur-25-tahun-ZD53ojFN1Q.jpg Ilustrasi (Foto: Google)

SETIAP orang mempunyai kemampuan yang berbeda, termasuk dalam hal kreativitas dan mengambil keputusan dengan cepat. Menurut studi, kondisi ini memuncak terjadi pada diri seseorang saat usia 25 tahun.

Usia tua kerap identik dengan menurunnya kemampuan belajar. Memang benar, kalau ada beberapa aspek dalam diri manusia yang mulai merosot di titik paruh baya.

Tapi komunitas sains kini percaya bahwa setiap individu mencapai kemampuan maksimal fungsi pembelajaran otak di fase hidup berbeda. Bahkan, ada kemampuan otak yang malah mencapai kondisi puncak di usia tua.

Yang muda yang berkarya?

Para psikologis Massachusetts Institute of Technology bekerja sama dengan Massachusetts General Hospital untuk melakukan riset terhadap kurang lebih 50.000 individu dari usia 10 hingga 89. Para responden ini dites kemampuan berbahasa, IQ, dan memori serta mengukur kemampuan mengolah emosi, angka, dan kosa kata.

Menurut hasil studi, kemampuan untuk memproses informasi dengan cepat tampak mencapai puncaknya di usia 18 dan 19 tahun. Otak masih kompeten mengolah memori singkat hingga sekitar usia 25 tahun, dan setelahnya, kemampuan ini perlahan menurun ketika mencapai usia 35 tahun.

Diteliti oleh ahli berbeda untuk Harvard, kemampuan mental lain, seperti mengingat nama kenalan baru, terpantau paling tinggi saat Anda berusia 23 hingga 24. Sementara itu, kemampuan mengenali wajah mencapai kapabilitas maksimal di usia 30 hingga 34 tahun.

Puncak kreativitas dan pengambilan keputusan dengan cepat tampaknya terjadi di usia 20-an, dan memuncak saat berusia 25 tahun, menurut sebuah studi terpisah.

Matang di usia tua

Jangan keburu depresi dulu Jika Anda sudah melewati usia-usia emas di atas; otak Anda masih menyimpan banyak kejutan. Perlu ditekankan kalau lepas dari usia puncak bukan berarti otak sama sekali tidak bisa lagi beroperasi dengan baik atau Anda tidak bisa lagi belajar hal baru.

Untuk kreativitas saja, usia 25 tahun yang disebut di atas juga bukan batas akhir bagi Anda untuk menciptakan mahakarya. Sebuah artikel dari Washington Post berargumen bahwa mayoritas pelukis, komposer, dan penulis ternama dunia justru menelurkan hasil karya terbaik mereka di usia 40-an.

Usia makin lanjut, hingga 60-an atau 70-an, penguasaan kosa kata juga terekam mencapai kemampuan maksimum.

Usia 40-an dan 50-an juga menjadi waktu terbaik bagi otak saat mengevaluasi kondisi emosional lawan bicara. Semakin tajam kemampuan yang satu ini, semakin membaik pula kemampuan Anda berkomunikasi dan berempati.

Penelitian-penelitian di atas mayoritas menggunakan metode survei, sehingga ada kemungkinan hasilnya tidak bersifat absolut dan dibutuhkan data lebih banyak lagi untuk mendalami kemampuan otak manusia di berbagai region dunia.

Meski begitu, temuan ini bisa Anda jadikan pecut untuk mengasah otak selagi masih muda dan mempersiapkan diri menyambut waktu-waktu terbaik untuk belajar hal berbeda dalam hidup Anda.

Jangan keburu depresi dulu Jika Anda sudah melewati usia-usia emas di atas; otak Anda masih menyimpan banyak kejutan. Perlu ditekankan kalau lepas dari usia puncak bukan berarti otak sama sekali tidak bisa lagi beroperasi dengan baik atau Anda tidak bisa lagi belajar hal baru.

Untuk kreativitas saja, usia 25 tahun yang disebut di atas juga bukan batas akhir bagi Anda untuk menciptakan mahakarya. Sebuah artikel dari Washington Post berargumen bahwa mayoritas pelukis, komposer, dan penulis ternama dunia justru menelurkan hasil karya terbaik mereka di usia 40-an.

Usia makin lanjut, hingga 60-an atau 70-an, penguasaan kosa kata juga terekam mencapai kemampuan maksimum.

Usia 40-an dan 50-an juga menjadi waktu terbaik bagi otak saat mengevaluasi kondisi emosional lawan bicara. Semakin tajam kemampuan yang satu ini, semakin membaik pula kemampuan Anda berkomunikasi dan berempati.

Penelitian-penelitian di atas mayoritas menggunakan metode survei, sehingga ada kemungkinan hasilnya tidak bersifat absolut dan dibutuhkan data lebih banyak lagi untuk mendalami kemampuan otak manusia di berbagai region dunia.

Meski begitu, temuan ini bisa Anda jadikan pecut untuk mengasah otak selagi masih muda dan mempersiapkan diri menyambut waktu-waktu terbaik untuk belajar hal berbeda dalam hidup Anda. Demikian ditulis situs Qerja.

(tty)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini