Image

7-Eleven 3 Kali Gagal Dipinang Investor, Ternyata Syarat Master Franchisor Terlalu Berat

Ulfa Arieza, Jurnalis · Jum'at 14 Juli 2017, 15:57 WIB
https img okeinfo net content 2017 07 14 278 1736445 7 eleven 3 kali gagal dipinang investor ternyata syarat master franchisor terlalu berat CmA3KQLsKd jpg 7-Eleven. (Foto: Reuters)

JAKARTA - Gagalnya  akuisisi 7-Eleven oleh PT Charoen Pokphand Restu Indonesia menjadi salah satu penyebab utama penutupan seluruh gerai 7-Eleven.

PT Modern Internasional (MDRN) sebagai induk usaha PT Modern Sevel Indonesia (MSI) mengungkapkan, batalnya akuisisi tersebut disebabkan tidak adanya kesepakatan antara dua belah pihak. Yakni Charoen Pokphand sebagai calon investor dengan Master Franchisor Seven Eleven Inc (SEI) di Amerika Serikat.

Komisaris Modern Internasional Donny Sutanto menjelaskan, pihak Modern Internasional tidak turut serta dalam pembahasan kesepakatan akuisisi tersebut.

"Kami sudah menandatangani purchase agreement conditional dengan Charoen selanjutnya proses dilakukan antara Charoen dengan Seven Eleven Inc," ungkapnya dalam paparan publik di Jakarta, Jumat (14/7/2017).

Kendati demikian, Direktur Modern Internasional Chandra Wijaya menyatakan bahwa pihak Modern Internasional sendiri telah berusaha mencari investor baru, untuk keberlangsungan 7-Eleven sejak 2015. Pihaknya telah menemukan dua hingga tiga investor yang berminat untuk mengakuisisi 7-Eleven, terakhir Charoen Pokphand adalah investor yang mendekati langkah final.

Namun, kurangnya dukungan dan kerjasama dari Master Franchisor Seven Eleven Inc (SEI) melalui persyaratan yang sangat memberatkan, salah satunya dengan hanya memberikan waktu masa berlaku franchise selama satu tahun bagi investor untuk menyelesaikan segala masalah yang ada.

"Dengan syarat-syarat yang memberatkan tersebut, hal ini mengakibatkan para investor potensial yang telah diusahakan mengurungkan niatnya untuk melakukan investasi," pungkasnya.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini