Image

TRIK HEMAT: Gadai Barang Usai Lebaran, Bijakkah?

Lidya Julita Sembiring, Jurnalis · Senin 17 Juli 2017, 06:27 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 07 16 320 1737498 trik-hemat-gadai-barang-usai-lebaran-bijakkah-br7kSbnNZq.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

JAKARTA - Meriahnya Hari Raya Idul Fitri tahun 2017 sudah berlalu, sekarang sudah saatnya move on dan menjalani aktivitas seperti biasanya. Saatnya mulai bekerja dan sekolah kembali bagi anak-anak.

Meski sudah berlalu, tapi masih saja ada yang masih ditinggalkan dari momen Lebaran lalu, salah satunya keuangan yang sudah menipis. Pasalnya saat Lebaran, harga kebutuhan pokok cenderung lebih mahal dari biasanya dan kebutuhan juga meningkat, mulai dari membeli kue Lebaran, dan juga baju Lebaran.

Selain itu biaya tiket mudik juga yang tinggi saat Lebaran lalu. Sehingga mungkin banyak dari Anda semua meminjam uang atau menggunakan kartu kredit jadi harus membayar di bulan ini. Karena gajian yang masih lama jadinya banyak orang yang menggadaikan barangnya untuk membayar kebutuhan yang bersifat urgent untuk dilunasi.

Namun, apakah menggadaikan barang seusai Lebaran merupakan hal yang bijak? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, maka Perencana Keuangan Andi Nugroho memberikan tips yang tepat. Menurutnya jika untuk biaya yang urgent seperti membayar biaya sekolah anak yang berdekatan dengan Lebaran maka tidak masalah.

"Tergantung tujuan dan keperluannya. Bila seandainya keadaannya memang darurat semisal untuk nambahin biaya kebutuhan sekolah anak yang enggak bisa ditawar lagi, ya boleh-boleh saja," ungkap Andi kepada Okezone.

Tapi bila menggadaiakan barang hanya untuk membeli sesuatu yang diinginkan tapi tidak dibutuhkan, menurutnya jangan dilakukan. Karena membeli barang hanya karena keinginan tidak akan berujung baik dan hanya menambah beban utang kembali.

"Tapi bila tujuannya untuk kebutuhan konsumtif yang masih bisa ditekan atau ditunda, sebaiknya jangan. Bahkan alternatif lainnya yang lebih simple adalah dengan berbelanja menggunakan kartu kredit untuk kebutuhan, demgan asumsi uang cash yang tersedia bisa digunakan untuk kebutuhan sehari-hari lainnya. Namun itu tadi, jangan sampai kebutuhannya yang dimaksud sampai 'diada-ada kan' ataupun dianggap penting banget padahal masih bisa ditunda. Karena pada hakekatnya menggunakan kartu kredit ataupun gadai adalah kita berutang, bukannya memiliki uang lebih," tukasnya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini